KENDARINEWS.COM–Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di Kota Kendari. Program ini ditujukan untuk meringankan beban masyarakat sekaligus menekan laju inflasi menjelang bulan suci Ramadan, Jumat (13/2).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Hukum Kadin Indonesia, M. Azis Syamsuddin, yang memberikan apresiasi atas inisiatif Ketua Umum Kadin Sultra, Anton Timbang.
Azis menegaskan, pelaksanaan GPM merupakan bentuk nyata implementasi Nota Kesepahaman (MoU) antara Kadin dan sejumlah kementerian terkait.
“Ini adalah implementasi dari MoU dengan Kementerian Dalam Negeri, Badan Gizi Nasional (BGN), dan juga Kementerian Pertanian. Pak Anton Timbang sudah berkali-kali menyelenggarakan GPM untuk menggerakkan ekonomi dan membantu masyarakat. Ini langkah konkret yang patut diapresiasi,” ujar Azis.
Menurutnya, gerakan tersebut juga sejalan dengan program pemerintahan Prabowo Subianto serta arahan Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, dalam memperkuat ketahanan pangan di tingkat daerah.
“Arahan dari Ketua Umum Kadin Indonesia jelas, bagaimana Kadin di daerah hadir memastikan stabilitas pasokan dan harga pangan. Apa yang dilakukan Kadin Sultra hari ini menjadi contoh konkret sinergi pusat dan daerah,” tambahnya.
Dengan adanya Gerakan Pangan Murah ini, diharapkan fluktuasi harga kebutuhan pokok dapat terkendali, sehingga masyarakat Sulawesi Tenggara dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih tenang tanpa terbebani lonjakan harga.
Sementara itu, Ketua Umum Kadin Sultra, Anton Timbang menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda rutin tahunan Kadin Sultra, namun kali ini terasa lebih krusial mengingat momentum menjelang Ramadan.
“Kegiatan ini sebenarnya sudah menjadi rutin dari Kadin Sultra. Namun melihat kondisi inflasi hari ini dan kebutuhan masyarakat yang meningkat jelang Ramadan, Kadin merasa perlu turun tangan lebih masif. Kami juga berterima kasih kepada Gubernur Sulawesi Tenggara yang telah mendukung penuh persiapan GPM ini,” ujar Anton Timbang.
Anton mengungkapkan, program GPM tidak hanya dilaksanakan di Kendari. Dalam dua hari pelaksanaan, kegiatan akan bergerak ke beberapa wilayah strategis, yakni setelah Kendari dilanjutkan ke Kabupaten Kolaka dan berakhir di Kota Baubau.
Kadin Sultra menyiapkan sedikitnya 3.000 paket sembako per hari yang berisi beras dan berbagai kebutuhan pokok lainnya dengan harga terjangkau.
“Kami ingin memastikan manfaatnya dirasakan lebih luas, bukan hanya di ibu kota provinsi. Karena itu, kami bergerak ke Kolaka dan Baubau. Insya Allah, sebelum Idul Fitri, kegiatan serupa juga akan kami gelar di beberapa kabupaten lain di Sultra,” jelas Anton.
Melalui sinergi antara Kadin pusat dan daerah serta dukungan pemerintah provinsi, Gerakan Pangan Murah diharapkan menjadi instrumen efektif dalam menjaga stabilitas harga dan memperkuat daya beli masyarakat di Sulawesi Tenggara, khususnya menjelang hari besar keagamaan.(abd)
