KENDARINEWS.COM–Smelter ‘Merah Putih’ PT.Ceria Nugraha Indotama (Ceria Group) adalah satu-satunya industri pertambangan nikel milik anak bangsa. Direktur Operasional PT.Ceria Nugraha Indotama, Yusram Rantesalu mengatakan smelter ‘Merah Putih’ merupakan bagian dari Asta Cita yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Dari 8 poin Asta Cita, 3 di antaranya ada di smelter ‘Merah Putih’, yakni hilirisasi, peningkatan tenaga kerja dan menumbuhkan ekonomi dari desa. “3 program Asta Cita Presiden Prabowo ada di sini (PT.Ceria Group),” kata Yusram Rantesalu saat kunjungan kerja Panglima Kodam (Pangdam) XIV Hasanuddin Mayjen TNI Windiyatno di smelter ‘Merah Putih’, baru-baru ini.
“Karena itu perlu dijaga dan dilindungi, sehingga kegiatan operasional berjalan dengan baik, lancar dan aman, demi negara Indonesia tercinta. Terlebih lagi, smelter ‘Merah Putih’ PT.Ceria masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) dan Objek Vital Nasional (Obvitnas),” sambung Yusram Rantesalu.
Dalam kesempatan itu, Yusram Rantesalu menuturkan, smelter ‘Merah Putih’ keseluruhan merupakan modal dari Indonesia. Begitupun 100 persen yang menjalankan smelter adalah tenaga kerja Indonesia.
“Di Indonesia ada 147 smelter dan hanya satu punya anak bangsa yakni smelter ‘Merah Putih’ PT Ceria. Ini harusnya menjadi kebanggaan nasional,” ungkap Yusram Rantesalu.
Ia menegaskan, keberadaan smelter ‘Merah Putih’ hendaknya diberikan apresiasi, dijaga dan dilindungi. “Sebab ada anak bangsa yang mencoba berdikari, berkarya di negerinya sendiri,” imbuh Yusram Rantesalu.
Sebelumnya, Panglima Kodam (Pangdam) XIV Hasanuddin Mayjen TNI Windiyatno meninjau smelter ‘Merah Putih’ PT Ceria Nugraha Indotama (Ceria Group) di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, baru-baru ini. Kunjungan Pangdam didampingi Danrem 143 Halu Oleo Brigjen TNI R. Wahyu Sugiarto dan Dandim 1412 Kolaka Letkol Inf Syafruddin Mutasidasi.
Smelter ‘Merah Putih’ Ceria Group sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) dan Objek Vital Nasional (Obvitnas), Pangdam memastikan stabilitas keamanan dan kelancaran operasional serta keberlanjutan industri smelter yang akan segera beroperasi.
Sebab, langkah perusahaan pertambangan nikel itu menjadi wujud nyata implementasi Asta Cita program hilirisasi mineral yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. “Program hilirisasi mineral ini untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional yang berkelanjutan,” ungkap Pangdam Mayjen TNI Windiyatno.
Dalam kesempatan itu, Pangdam Mayjen TNI Windiyatno berpesan kepada seluruh stakeholder di Sultra agar senantiasa menjaga eksistensi Ceria Group di daerah itu. “Kami dari TNI akan terus berkomitmen untuk membantu menjaga keamanan wilayah IUP Ceria serta memperkuat koordinasi yang telah terjalin dengan baik,” ujarnya saat meninjau smelter ‘Merah Putih’ Ceria Group.
Pangdam Mayjen TNI Windiyatno mengaku bangga dan mendukung penuh investasi smelter ‘Merah Putih’ Ceria Group yang merupakan satu-satunya milik anak bangsa.
“Kita bangga karena 100 persen pekerjanya dari bangsa sendiri dan kebanyakan masyarakat lokal yang ada disini yang merupakan masa depan bangsa,” katanya.
(fad/b)
