PDIP Siapkan Karpet Merah untuk Danny Pomanto di Pilgub Sulsel

KENDARINEWS.COM—Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sulawesi Selstan (Sulsel) memprioritaskan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto untuk maju di Pilgub Sulsel 2024.

Ketua DPD PDIP Sulsel, Andi Ridwan Wittiri (ARW) mengatakan partainya memprioritaskan kader internal untuk diusung. Meskipun tetap membuka terhadap figur eksternal.

Anggota DPR RI itu mengungkapkan jika semuanya diserahkan ke Danny untuk memilih apakah mau 01 atau 02.

“Kita tetap terbuka, tapi tentunya itu kasi kepada kader. Pak Danny prioritas dan kita serahkan ke beliau untuk mencari. Apakah beliau 01 atau 02,”kata ARW kepada wartawan.

Menurut ARW, PDIP harus berkoalisi di Pilgub Sulsel nanti. Sebab perolehan kursi pileg hanya 6. Tidak cukup mengusung sendiri.

Sebagaimana diketahui, untuk mengusung sendiri di Pilgub Sulsel membutuhkan minimal 17 kursi. Atau 20 persen dari 85 jumlah keseluruhan anggota DPRD Sulsel.

“Kita terbuka aja karena saya sendiri tidak akan maju. Cukup anggota DPRD yang Insyallah ketiga kalinya dilantik,”pungkasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto akan tancap gas usai lebaran dalam mempersiapkan dirinya di Pilgub 2024.

Danny sapaannya mengungkapkan jika tim akan mulai memasang baliho di sejumlah daerah. Itu dilakukan untuk melihat respons masyarakat terhadap dirinya

Nanti ada baliho saya yang masuk, nanti bakal kelihatan setelah lebaran. Ya namanya ‘Testing the Water’,”katanya kepada wartawan, Kamis (21/3/2024).

Terkait sejumlah baliho dirinya saat ini, Danny mengaku itu datang dari relawan dan simpatisan. Bukan atas perintahnya.

Bukan saya, dari dulu itu bukan saya. Itu betul-betul dari relawan atau simpatisan,”beber Wali Kota Makassar dua periode itu.

Meski begitu, Danny menyebutkan jika hasil survei tetap menjadi patokan dirinya akan maju atau tidak. Dia mengatakan selalu mengedepankan rasionalitas.

Belum tentu juga toh (maju Pilgub), siapa tahu kita tidak memungkinkan untuk maju dari survei yang ada, ya tidak usah maju,”sebutnya.

Menurut Danny, dalam menentukan langkah harus mengedepankan realitas yang ada. Tidak beh mengikuti emosi sesaat. Tetap berpatokan pada alasan ilmiah.

Kenapa kita terlalu berambisi duluan di depan, rasionalitas yang harus di depan,”pungkasnya.(fjr/kn)

Tinggalkan Balasan