Quraish Shihab: Malam Lailatul Qadar Tidak Dapat Diakses Akal Manusia

KENDARINEWS.COM–Cendekiawan ilmu Al-Quran, Quraish Shihab, memberikan pandangannya terkait malam Lailatul Qadar yang banyak dikejar umat Muslim pada akhir Ramadan.

Menurut Quraish Shihab, Lailatul Qadr bukanlah sebuah benda yang datang secara fisik. 

“Lailatul Qadar bukanlah benda yang datang,” ujar Quraish Shihab dalam unggahannya di aplikasi X @quraishshihab (7/4/2024).

Namun, ia menjelaskan bahwa Lailatul Qadar adalah kondisi kejiwaan yang dialami oleh seseorang yang menyiapkan diri untuk menerimanya.

“(Malam) itu adalah kondisi kejiwaan yang dialami oleh seseorang yang menyiapkan diri untuk menerimanya,” sebutnya.

Ia juga menambahkan bahwa, walaupun Lailatul Qadar mungkin datang pada malam 27 Ramadan, belum tentu setiap orang bisa bertemu dengannya. 

“Kalaupun dia datang, katakanlah pada 27 Ramadan, belum tentu setiap orang bisa bertemu dengannya,” lanjutnya.

Hanya mereka yang benar-benar mempersiapkan diri secara kejiwaan yang bisa menerima kehadiran Lailatul Qadar.

“Kecuali yang mempersiapkan diri jiwanya untuk menyambutnya dan dinilai oleh Tuhan itu sudah bisa menerimanya,” Quraish Shihab menuturkan.

Quraish Shihab juga menyatakan bahwa Lailatul Qadr tidak bisa diketahui hakikatnya oleh manusia karena merupakan waktu yang sangat mulia. 

Lailatul Qadar itu tidak bisa diketahui hakikatnya. Sakin mulianya,” imbuhnya.

Malam itu dipenuhi dengan rahasia, sehingga akal manusia tidak mampu menjangkaunya.

“Penuh dengan rahasia, sehingga akal manusia tidak bisa menjangkau betapa mulia malam ini,” tukasnya.

Walau demikian, Quraish Shihab menjelaskan bahwa sekelumit dari rahasia dan kemuliaan malam Lailatul Qadar dijelaskan dalam ayat Al-Quran

Walupun demikian, sekelumit dari rahasia dan kemuliaannya itu dijelaskan pada ayat Lailatul Qadri Khairun min Alfi Syahr,” kuncinya. (fajar/kn)

Tinggalkan Balasan