oleh

Calon-Calon Kuat Kepala Daerah di Sulawesi Tenggara

Siapa saja yang akan tampil di perhelatan kursi kepala daerah 17 kabupaten kota di Sulawesi Tenggara?. Banyak. Tapi, yang kuat sedikit. Dan, yang akan terpilih satu. Siapa mereka? Kita mulai awali di :

Muna Barat

KENDARINEWS.COM — Oww, ini daerah saya. Saya tahu karakteristiknya. Saya hafal medannya. Saya tahu daerah mana yang berair dan daerah mana yang sulit air. Dan, saya tahu, walaupun sulit air tapi seluruh tanah Muna Barat subur. Jika ditanami apapun akan nampak ijo royo-royo.

Muna Barat itu daerah saya. Saya tahu, kampung mana yang manis langsatnya. Saya tahu, kampung mana yang ada kantorananya. Saya tahu kalau di Walelei itu banyak pandai besi. Saya tahu Lahodu, Lakanaha, Keleleha hingga Laano Sangia tempat “kapepeha” ikan : gabus, udang air tawar, dan kasoso, juga bhokoeo. Ada buaya di sana, tapi abaikan saja karena ada ilmu “kuku bhaga” yang diajarkan paman La Ode Ngkusono, orang tua kampung yang dikenal banyak ilmu termasuk: ilmu menjinakkan buaya. Kalau emergency kata orang tua itu, ilmu membentak kuda bisa digunakkan untuk membentak buaya. Buayanya pasti diam.

Jadi, apapun di Muna Barat saya tahu. Karakter mayarakatnya juga saya tahu. Demikian halnya untuk mengetahui kelumit yang akan terjadi di Pilkada Muna Barat nanti.

Memang, duit faktor utama. Tapi, duit dan kekuasaan bukan penentu. Lihat saja, Kalah dan menang di Pillkada Muna Barat bisa didekati dari kasus Pilkada Muna. Pilkada Muna ketika Almarhum Dokter LM Baharuddin Vs LM Rusman Emba yang ketika itu Pak Dokter tak didukung incumbent ternyata menang. Selanjutnya, rivalitas LM Baharuddin Vs LM Rusman Emba kembali terjadi. Dalam rivalitas ini, posisi Dokter LM Baharuddin sebagai incumbent dan LM Rusman Emba nyaris tak punya “kekuatan apa-apa” ternyata: incumbent LM Baharuddin kalah. Artinya, baik Almarhum Dokter LM Baharuddin maupun LM Rusman Emba bisa saja mengatakan bahwa tanpa duit dan tanpa jabatan bisa menang. Setelah ber-duit dan incumbent ternyata kalah.

Artinya lagi, teori Pilkada apapun kalau diterapkan di Muna pasti error. Lebih-lebih Muna Barat. Karena itu, agar tidak error, jangan berteori tapi kenali masyarakatnya, kenali karakternya, kenali wilayahnya, terapkan tata kramanya, jangan berbohong, hindari djedje, terakhir: Jangan Puntio.

Lalu, siapa yang memahami banyak hal tentang Muna Barat untuk dicalonkan sebagai Bupati Muna Barat? Banyak Putera Daerah. Ada LM Husen Tali (Sekda Muna Barat). Ada La Ode Songko Panatagama (Pengurus inti PSSI Sultra). Ada La Ode Tariala (Anggota DPRD Provinsi). Ada Ali Basa. Ada, LM Taufan Alam. Ada La Ode Koso. Ada LM Nasir Kola. Ada Wa Ode Sarina. Terakhir, ada diriku. Ada saya : La Ode Diada Nebansi. Semua yang disebutkan ini termasuk saya, adalah putera daerah. Semua yang disebut ini, baku tau-tau. Baku tau kekuatan uang. Baku tau kekuatan jaringan. Baku tau karakter. Baku tau keluarga. Dan, berhubungan keluarga satu sama lain.

Oleh karena semua putera daerah, semua paham dan taat dengan “wambano toba” maka keyakinan saya, dari semua yang disebutkan ini akan keluar dan menyepakati satu nama sebagai calon Bupati dan yang lain bertindak sebagai Tim Sukses. Kalau pun di antara mereka yang putera daerah itu tidak demikian, atau tidak sepakat dengan argumentasi ini pasti pilihannya di posisi Wakil Bupati untuk berpasangan dengan Calon Bupati dari luar Muna Barat. Siapa yang dari luar Muna Barat? Yang sudah dipublish di media sosial terdapat nama LM Ihsan Taufik Ridwan.

Nah, karena itulah, feeling saya, di Muna Barat, hanya akan ada dua pasangan calon kepala daerah. Dan, dua-duanya kuat. Kalau ditanya apanya yang kuat, agak sulit didetailkan. Yang pasti, kekuatan calon hanya ada dua bentuk. Satu, kekuatan people power. Dua, kekuatan duit. ([email protected])

KENDARINEWS.COM — Siapa saja yang akan tampil di perhelatan kursi kepala daerah 17 kabupaten kota di Sulawesi Tenggara?. Banyak. Tapi, yang kuat sedikit. Dan, yang akan terpilih satu. Siapa mereka? Kita mulai awali di :

KENDARI
MUNA
BOMBANA
KONAWE
KONAWE KEPULAUAN

Komentar

Tinggalkan Balasan