oleh

Calon-Calon Kuat Kepala Daerah di Sulawesi Tenggara

Siapa saja yang akan tampil di perhelatan kursi kepala daerah 17 kabupaten kota di Sulawesi Tenggara?. Banyak. Tapi, yang kuat sedikit. Dan, yang akan terpilih satu. Siapa mereka? Kita mulai awali di :

Kota Kendari


KENDARINEWS.COM — Ada lima kandidat yang serius. Mereka adalah Siska Karina Imran, Aksan Jaya Putera, Sulkarnain, Sitya Giona, Abdul Razak dan La Ode Abdul Rahman. Sementara ini seolah ada yang unggul di atas yang lain. Dan, memang begitu adanya. Tapi, yakin dan percaya, pada perjalanannya nanti, semua memiliki kekuatan dan dukungan riil masing-masing kandidat secara seimbang. Dan, di belakang mereka terdapat tokoh sentral. Di belakang Siska Karina ada DR Asrun (mantan Walikota Kendari). Di belakang Aksan ada Surunuddin (Bupati Konawe Selatan). Di belakang Sulkarnain ada kekuatan status incumbent yang tentu masih memiliki loyalitas, terutama dari kalangan pejabat birokrasi Kota Kendari. Di belakang Sitya Giona ada Nur Alam (mantan Gubernur Sultra). Di belakang Razak sesuai gambar yang tertera di balihonya, ada Andi Sumangerukka, mantan Pangdam XIV Hasanuddin. Dan, di belakang Abdul Rahman ada jiwa korsa Pengacara yang tergabung dalam PERADI.

Semua kandidat Walikota Kendari pada 2024 nanti, boleh dikata seimbang. Seimbang uangnya. Seimbang kekuatan di belakangnya. Namun, ada satu variable penentu yakni, lepasnya arah dukungan salah satu tokoh penting di Kota Kendari yakni Kery Saiful Konggoasa (KSK) dimana pengaruhnya di Kota Kendari ini cukup dapat diandalkan seperti juga mengandalkan kekuatan pengaruh para mantan Kepala Daerah yang lain. Karena itu, sepertinya bisa diyakini kebenarannya jika dikatakan bahwa Walikota Kendari yang akan terpilih pada Pilwali 2024 mendatang adalah calon yang dapat merebut kekuatan dan pengaruh Kery Saiful Konggoasa. Singkatnya, kepada siapa dukungan dan pengaruh KSK diarahkan, kira-kira disitulah pemenangnya.

Namun terdapat satu situasi yang memungkinkan dan potensi disebut sebagai “kuda hitam” yakni, posisi Abdul Rahman. Bagaimanapun, politik identitas kedepan ini masih akan sangat dominan. Identitas apa? Biasanya, ketika musim pencalonan Kepala Daerah di masyarakat plural, secara tetrbatas masyarakat mempertanyakan kandidat calon yang sama dengan suku dan agamanya. Nah, di Kota Kendari terdapat beberapa suku yang acap kali mencalonkan mencalonkan diri. Di Kota Kendari, dari komposisi figur yang tampil di beberapa baliho dan spanduk teridentifikasi empat orang suku Tolaki, satu orang suku Bugis dan satu orang suku Muna.

Nah,, dalam situasi ini, Abdul Rahman yang berasal dari Muna dengan nama La Ode Abdul Rahman, berpotensi untuk tampil sebagai kuda hitam. Artinya, silahkan untuk tidak diperhitungkan tapi ternyata potensi untuk merebut kemenangan. Mengingat, pemilih etnis Muna di Kota Kendari rada-rada signifikan jumlahnya walau saya tak punya data ril tentang komposisi ragam pemilih di Kota Kendari. Artinya, tagline “Pengacara Bisa”sesungguhnya bisa diperkaya pengertiannya hingga ke masyarakat pinggiran Kota Kendari. ([email protected])

MUNA
BOMBANA
KONAWE
KONAWE KEPULAUAN
MUNA BARAT

Komentar

Tinggalkan Balasan