oleh

Sambil Menyelam Cagub Minum Air Caleg DPR-RI

KENDARINEWS.COM — Bisa jadi akan berbeda dengan provinsi lain, yang belum bisa ditarik kesimpulan. Di Sulawesi Tenggara (Sultra), sudah dapat disimpulkan siapa saja kandidat Calon Gubernur (Cagub) Sultra periode 2024-2029. Sampai waktu ini, Agustus 2022, kandidat Cagub Sultra di mata para panelis diskusi jalanan, panelis warkop, panelis diskusi di sudut-sudut kantor, memberi kesimpulan: ada kandidat serius ada kandidat yang menyelam sambil minum air Caleg DPR-RI.

Siapa yang serius Cagub dan siapa yang menyelam di DPR-RI, tak perlu disebut. Terdapat lima nama yang acapkali disebut dan menyebut dirinya Cagub. Kelima kandidat Cagub ini saya putuskan untuk ditulis sesuai urutan abjad: 1. Abdurrahman Shaleh. 2. Andi Sumangerukka. 3. Kery Saiful Konggoasa. 4. Lukman Abunawas. 5. Ruksamin.

Abdurrahman Shaleh
  1. Abdurrahman Shaleh sudah roadshow ke daerah-daerah. Memang, balihonya belum begitu nampak, namun intensnya turun ke daerah kabupaten adalah isyarat bahwa Abdurrahman Shaleh serius menuju Sultra 01. Kepada saya, Ketua DPRD Sultra ini pernah berujar: “Haruskah saya buka kotak pandora agar kelihatan bahwa saya ini Calon Gubernur?”. Ketua PODSI Sultra ini mengatakan hal itu jauh sebelum intensnya melakukan lawatan ke daerah-daerah. Mungkin, kota pandora yang dimaksud itu adalah starting menuju Cagub dengan road show sambil ceramah dari masjid ke masjid. Dalam kapasitas sebagai Ketua DPRD Sultra, lawatannya adalah reses. Dalam kapasitas sebagai Alim, lawatannya adalah Safari Ramadhan.
Andi Sumangerukka

2. Andi Sumangerukka sudah roadshow ke daerah-daerah. Dalam kapasitas sebagai kandidat Cagub, sudah berkeliling Sultra. Baliho besar dan kecil juga sudah tersebar. Ketika berkapasitas sebagai Komandan Korem (Danrem) 143 HO ketika itu juga berkeliling Sultra. Dalam kapasitas sebagai Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda) Sultra, sudah barang tentu ke pelosok-pelosok Sultra. Dalam kapasitas sebagai Pangdam XIV Hasanuddin juga acap kali ke Sultra. Pokoknya, jangan tanya ASR dengan kalimat: sudah pernah berkunjung ke mana saja di Sultra ini? Jangan ditanya seperti itu, karena Mayjen (Purn) Andi Sumangerukka, sejak kecil sudah berada di Sultra. “Ayah saya pernah menjabat Camat Wawonii (Konawe Kepulauan),” katanya.

Serius sebagai Cagub? Serius. Lihatlah sebaran baliho di berbagai sudut kota. Juga rumah-rumah warga. Sebaran baliho ini adalah isyarat kesungguhan menuju Sultra 01. “Beliau seorang intelijen. Analisa kekuatan dirinya dan analisa kekuatan rival sudah barang pasti. Perjuangan ini tidak main-main,” begitu penjelasan seseorang yang berdiskusi di pojokan Kota Kendari. Seseorang itu mengaku bernama Mas Ujang.

Kery Saiful Konggoasa
  1. Kery Saiful Konggoasa, sudah road show ke daerah-daerah. Balihonya pun ada di mana-mana. Mobil-mobil branding KSK juga sudah berseliweran. Kepanjangan apa KSK yang tertulis di mobil-mobil branding itu? Oww, ternyata KSK singkatan dari Kery Saiful Konggoasa. “Balihonya KSK sudah menutupi tiga per empat wilayah Sultra,” kata seseorang di tengah forum diskusi di pinggiran Kota Kendari. Seseorang itu mengaku bernama Sabaruddin Labamba.

Siapa Kery Saiful Konggoasa? Dia adalah Bupati Konawe saat ini. Ayahnya, Konggoasa, juga pernah menjabat Bupati Kendari. Harap tahu, Kabupaten Kendari berubah nama menjadi Kabupaten Konawe pada tahun 2004.

Tak bisa dipungkiri oleh semua pihak bahwa Konawe begitu terkenal di kancah nasional oleh karena ditetapkannya beberapa proyek strategis nasional di daerah ini. Keterkenalan ini kemudian juga menjadikan Bupatinya, Kery Saiful Konggoasa terkenal. Kira-kira, inilah salah satu alasan hingga KSK memutuskan untuk menyebar baliho di pelosok-pelosok Sultra. Walau di baliho itu tak tertera tulisan Calon Gubernur, tapi orang-orang sudah membaca bahwa Kery calon gubernur.

Betul, Kery Saiful Konggoasa tak punya titel akademik. Tapi, apalah arti titel akademik dalam pemerintahan daerah yang pertumbuhan ekonominya negatif? Tapi, Konawe yang dipimpin Kery ternyata pertumbuhan ekonominya justeru mendongkrak dan menyuntik pertumbuhan ekonomi Sultra. Artinya, pertumbuhan ekonomi Sultra tercatat tinggi oleh karena Konawe sangat tinggi pertumbuhannya walau pertumbuhan kabupaten lain minus.

Lukman Abunawas
  1. Lukman Abunawas, sudah keliling Sultra. Dan, ini barang pasti. Kenapa? Karena beliau adalah Wakil Gubernur Sultra saat ini. Namun, lawatan Lukman Abunawas di daerah-daerah, masyarakat menyebutnya dua kapasitas. Kapasitas Wagub dan kapasitas Cagub.

Dari balihonya yang tersebar dengan tag line: Pengabdian Tanpa Batas, adalah isyarat bahwa Lukman Abunawas ingin naik kelas. Wakil Gubernur ke Gubernur. Dari kosong dua ke kosong satu.

Jangan tanya soal ilmu pemerintahan kepada Lukman Abunawas. Background pendidikan LA adalah ilmu pemerintahan. Dalam karier PNS Lukman Abunawas, kemampuannya sebagai kepala wilayah, ibarat pemain karate, sudah sabuk hitam. Bayangkan, menjabat Camat, sudah. Menjabat Bupati, sudah. Menjabat Wagub, sudah. Kira-kira inilah yang menjadi alasan kuat Lukman Abunawas memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai Calon Gubernur Sultra.

Ruksamin

5. Ruksamin, Bupati Konawe Utara. Sudah melakukan roadshow ke kabupaten lain. Ada apa Bupati Konawe Utara melakukan lawatan ke Buton, Buton Selatan, Baubau, dan Muna? Bisa ditebak, bahwa Ruksamin ingin mencalonkan diri sebagai Gubernur Sultra. Ya, karena beberapa baliho yang dipasangnya di daerah-daerah bertuliskan tentang Sultra dan kemajuannya.

Bagaimanapun, Ruksamin punya hak untuk berbicara kepemimpinan Sultra dalam kapasitasnya sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Bulan Bintang (PBB) Sulawesi Tenggara. Ngapain capek-capek berjuang mendapatkan kursi PBB di DPRD Provinsi jika tak dimanfaatkan sebagai Calon Gubernur. Kira-kira, ini alasan Ruksamin hingga roadshow dan memasang baliho itu.

Tentang prestasi dalam pemerintahan, Ruksamin sudah punya bekal 2 periode bupati. Tentu, di dua periode kebupatian ini sudah cukup ilmu untuk itu. Apalagi, titel akademik yang disandang Ruksamin, pooh, lebih panjang titel daripada nama. Ini artinya, dari sisi kemampuan akademik, Ruksamin memang mumpuni. Oww, hampir lupa. Ilmu dan manajerial kerja legislatif, Ruksamin juga tamat. Ruksamin pernah menjabat Ketua DPRD Konawe Utara dan Wakil Ketua DPRD Konawe.(nebansi@yahoo.com)

Komentar

Tinggalkan Balasan