oleh

Prof. La Rianda Baka : Yang Cocok Menjawab Ketua Dewan Guru Besar UHO

Saat ini Universiras Halu Oleo (UHO) telah memiliki hampir 100 orang Guru Besar dari sekitar 1500 orang dosen UHO, namun belum ada yang signifikan peran dan pemikiran dalam membangun Sultra. Persoalannya, guru besar lebih fokus pada dunia akademik terutama mengajar di kampus, sementara penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dalam proporsi yg relatif kecil. Akibatnya pemikiran dan peran dosen terutama guru besar relatif mandek di kampus, (Guru besar hanya) bolak-balik kampus-rumah, rumah-kampus.

Sisi yang lain birokrat di daerah sudah cukup enjoy dan merasa bisa diatas rata-rata dengan kemampuan yang mereka miliki tanpa kehadiran dosen dan guru besar.
Tidak bisa juga tutup mata kekecewaan kolega di daerah terhadap prilaku oknum dosen dan guru besar yang terkesan hanya memburu proyek dengan tidak memberikan manfaat yang signifikan dari apa yang oleh daerah dipercayakan untuk dikerjakan. Jadi diperlukan perenungan kedua belah pihak untuk secara sungguh-sungguh berpikir dengan hati nurani untuk membangun daerah secara nyata dan berkelanjutan. Bukan semata-mata Intelectual and Project Approach melainkan Spiritual and Emosional Approach, karena yang rusak di bangsa ini adalah Spiritual (Keyakinan) akan adanya Neraka yang luntur dan ludes sehingga bebas berbuat apa saja sesuai skenario konco-konco.

Maaf…ngelantur tak terpola tulisan saya. Tetapi inti ketertinggalan di seluruh pelosok negeri ini termasuk di Muna menurut hemat saya adalah pudarnya peran spiritual dalam bertindak yang dikangkangi oleh hegemoni kapitalistik.(nebansi@kendarinews.com)

Prof. La Niampe

Prof. La Rianda Baka

Prof. La Ode Aslan

Prof. Usman Rianse

Prof. La Taena