oleh

Pemkab Koltim Tekan Laju Stunting

KENDARINEWS.COM — Penurunan prevalensi stunting di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) terus berupaya ditekan oleh pihak Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Tenggara (Sultra), hingga ke daerah. Harapannya, pada tahun 2024 mendatang prevalensi 30,2 persen turun sampai 14 persen, sesuai rata-rata nasional. Di Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), pihak BKKBN baru saja menggelar kegiatan fasilitasi bimbingan teknis terpadu pada Tim Percepatan Penurunan Stunting. Sasaran sosialisasi tersebut adalah Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang terdiri dari bidan, kader TP PKK dan kader KB. Koordinator Bidang Advokasi Penggerakan dan Informasi BKKBN Sultra, Agus Salim, menjelaskan, tim penurunan stunting harus langsung turun lapangan untuk dapat mengetahui masalah dan problematika yang terjadi. Sehingga diharapkan, kehadiran para kader bisa mengurangi risiko-risiko stunting dan dapat dicegah sejak dini. “Melalui fasilitasi bimbingan teknis terpadu diharapkan semakin membantu TPK dalam menyelesaikan berbagai permasalahan di lapangan” kata Agus, Jumat (15/7).

Menurutnya, penanganan stunting menjadi masalah bersama harus diselesaikan dengan sinergitas dan kolaborasi berbagai pihak terkait. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Koltim dapat melakukan penguatan kelembagaan dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting yang sudah dibentuk, temasuk membantu dan memfasilitasi pelaksanaan tugas dari TPK.

“Komitmen bersama untuk mengentaskan stunting sangat diperlukan, baik ditingkat kabupaten, kota bahkan hingga tingkat desa. Karena begitu besarnya tugas dan tanggung jawab TPK dalam rangka percepatan penurunan stunting, sudah selayaknya kita memberikan dukungan agar tim ini dapat melaksanakan tugasnya dengan baik,” tambah Agus.

Sementara itu, Kepala UPT BKKBN, Agustina, mengapresiasi kegiatan fasilitasi bimbingan teknis terpadu bagi Tim Percepatan Penurunan Stunting di Koltim. “Besar harapan kami Kolaka Timur dapat mencapai zero stunting,” kata Agustina. Menurutnya, Provinsi Sultra termasuk dalam 12 wilayah prioritas percepatan penurunan stunting di Indonesia dengan jumlah 30,2 persen. “Pemerintah Pusat menargetkan penurunan prevalensi stunting di Indonesia mencapai 14 persen di tahun 2024,” tandasnya. (c/kus)

Komentar

Tinggalkan Balasan