oleh

Sekab Konawe Edukasi Legislator Bau-bau Trik Menggaet Investasi

KENDARINEWS.COM — Konawe menempati urutan ketujuh nasional dalam hal realisasi investasi tertinggi kabupaten/kota se-Indonesia ditahun 2021. Moncernya strategi Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa meningkatkan capaian investasi di otoritanya, rupanya mengundang rasa penasaran banyak pihak. Salah satunya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Bau-bau. Kamis (30/6), 12 legislator Bau-bau melakukan kegiatan kajian antar daerah (KAD) tentang strategi peningkatan dan pencapaian realisasi investasi ke Konawe. Kunjungan rombongan wakil rakyat yang dipimpin Ketua DPRD H Zahari itu, diterima Sekretaris kabupaten (Sekab) Konawe Ferdinand Sapan.

Ketua DPRD Bau-bau H Zahari mengatakan, ia dan rekan politikus lainnya memilih Konawe lantaran menjadi peringkat ketujuh tertinggi untuk realisasi investasi skala nasional tahun 2021. Menurutnya, capaian itu bukanlah kebanggaan bagi pemerintah kabupaten (pemkab) Konawe semata. Melainkan, sekaligus membanggakan bagi daerah lain yang masih menjadi bagian dalam bingkai provinsi Sultra.

“Kami berkunjung ini untuk tahu trik-trik apa yang dilakukan pemkab Konawe. Dan kami sudah diajari banyak hal dari Sekab Konawe. Kami juga baru tahu bahwa yang meningkat di Konawe bukan tambang saja. Ternyata banyak, ada dari pertanian, peternakan juga, dan beberapa hal lainnya,” ujar H Zahari.

Zahari menuturkan, memang tak ada potensi tambang di kota Bau-bau. Potensi terbesar di wilayah itu, yakni dari sektor jasa. Namun sebutnya, ada daerah-daerah penyangga kota Bau-bau, semisal Buton dan Buton Selatan (Busel) yang punya potensi pertambangan. Lewat strategi peningkatan investasi yang dipelajari ke pemkab Konawe itu, legislator Bau-bau berkeinginan menjadikan kota Murhum sebagai penyangga bagi daerah investasi tersebut (Buton & Busel).

“Mungkin dari hotel, perdagangan, atau pelabuhannya. Jadi ada keterikatan dengan daerah tetangga yang punya potensi tambang. Insyaallah hasil pertemuan dengan pemkab Konawe ini nanti akan kita coba adopsi kedalam program kebijakan di kota Bau-bau,” bebernya.

Sementara itu, Sekab Konawe Ferdinand Sapan mengemukakan, pada dasarnya kunjungan anggota DPRD kota Bau-bau itu yakni ingin belajar bagaimana strategi pemkab Konawe mendorong investasi. Sehingga, strategi itu juga akan coba diterapkan para anggota parlemen Bau-bau ketika kembali ke daerahnya.

“Saya sampaikan, investasi di Konawe itu bukan datang begitu saja. Namun kita rencanakan dalam RPJMD. Dalam RPJMD Konawe, ada target investasi berdasarkan indikator kinerja utama kepala daerah. Indikator kinerja utama itu ialah bagaimana rencana nilai investasi dari tahun ke tahun,” ungkap Ferdinand.

Ia menjelaskan, target peningkatan investasi di Konawe merupakan buah konsep pemikiran cemerlang dari Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa. Bahwasanya, wilayah Konawe kalau ingin maju dan mengejar ketertinggalan dari daerah lain, maka tidak bisa cuma mengandalkan potensi lokal saja. Melainkan, juga harus mendorong sektor industri.

“Pokoknya industri apa saja. Dan didukung dengan teknologi dan sumber daya manusia (SDM) mumpuni. Pada akhirnya, hal itu pasti bisa memberikan manfaat langsung maupun tidak langsung ke daerah,” yakinnya.

Mantan Kepala BPKAD Konawe itu menambahkan, ada sharing ilmu yang diberikan kepada anggota DPRD Bau-bau terkait strategi peningkatan investasi di daerah. Pertama, pastikan bahwa calon investor itu bisa merasa aman, nyaman, dan ada kepastian hukum saat mereka berinvestasi. Kedua, pada saat pihak swasta dalam tahap melakukan pembangunan konstruksi, pemerintah daerah (pemda) jangan dulu meminta macam-macam. Biarkan perusahaan itu menunjukkan progres dan bisa menjual hasil produksinya.

“Setelah itu, baru kita minta apa yang menjadi kewajiban investor untuk daerah. Kalau dari awal kita sudah meminta, baik yang resmi maupun tidak resmi, itu akan mempersulit investasi masuk ke daerah,” imbuh Ferdinand Sapan. (adi).

Komentar

Tinggalkan Balasan