oleh

Kacang Mete dan Kecerdasan Otak Anak, Oleh : Ahdiat Agriansyah


Ahdiat Agriansyah (Mahasiswa Program Doktor Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada)

KENDARINEWS.COM — Perkembangan otak anak menjadi salah satu poin penting yang mempengaruhi pertumbuhan mereka. Otak adalah pusat dari tubuh manusia yang tersusun dari milyaran sel saraf dan sejumlah jaringan pendukung yang saling terhubung untuk mengatur sebagian besar, gerakan, perilaku dan fungsi tubuh seperti detak jantung, tekanan darah, keseimbangan cairan tubuh dan suhu tubuh.


Sel-sel otak janin dibentuk sejak usia 3 bulan dalam kandungan. Para ahli menyatakan bahwa usia emas pertumbuhan atau golden age period perkembangan anak ialah 1000 hari pertama kehidupan yang terhitung sejak dalam kandungan hingga anak berusia dua tahun. Sejak usia kehamilan 6 bulan, terjadi proses pembentukan hubungan antar sel (sinaps) yang berperan terhadap berbagai fungsi. Kualitas dan kompleksitas rangkaian hubungan antar sel-sel otak ditentukan oleh stimulasi yang dilakukan oleh lingkungan pada anak. Perkembangan sirkuit otak sangat bergantung pada kualitas nutrisi dan stimulasi yang didapat oleh balita, sejak dalam kandungan, sampai dua tahun setelah dilahirkan.


Pada periode tersebut perkembangan otak anak sangat pesat, begitu pula pertumbuhan fisiknya. Selain itu, pada masa tersebut juga terjadi perkembangan kepribadian anak dan pembentukan pola prilaku, sikap, dan ekspresi emosi. Berbagai masalah yang terjadi akibat kurangnya pemenuhan kebutuhan anak pada masa golden age antara lain adanya gangguan kognitif, stunting atau perawakan pendek, serta adanya keterlambatan bicara maupun gangguan perilaku, sehingga penting bagi orang tua untuk memahami setiap tahapannya pada masa emas pertumbuhan ini. Pemberian nutrisi yang lengkap dan seimbang sejak dalam kandungan sampai usia dua tahun akan mengoptimalkan jumlah sel dalam otak bayi serta meningkatkan kualitas sinaps yang terbentuk.


Mengonsumsi makanan yang mengandung nutrisi penting dalam meningkatkan fungsi otak yang bisa mendukung kinerja otak dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Beberapa nutrisi yang esensial dalam pembentukan sistem saraf pusat diantaranya ialah asam lemak tak jenuh, asam arakidonat, vitamin B kompleks, asam folat, vitamin E, yodium, besi, seng, selenium, asam amino esensial, kolin, dan antioksidan. Semua zat gizi tersebut bisa kita temukan dalam kacang mente yang merupakan salah satu komoditas pangan potensial yang ada di Sulawesi Tenggara.


Kacang mente juga biasa disebut kacang mede atau kacang mete. Kacang mete sebenarnya bukanlah kacang, melainkan biji dari buah jambu mete. Buah jambu mete yang juga dikenal sebagai jambu monyet yang memiliki nama Latin Anacardium occidentale. Buah ini bukanlah anggota jambu-jambuan, melainkan berkerabat dekat dengan buah mangga. Buah mete terdiri atas dua bagian, yaitu buah semu dan buah sejati. Buah yang selama ini dikenal sebagai buah jambu mete sebenarnya adalah buah semu, terbentuk dari tangkai buah (pedunculus) yang membengkak atau mengembung dan berdaging. Buah sejati jambu mete adalah yang dikenal sebagai biji mete. Buah jambu mete termasuk kelompok buah batu, berbentuk seperti ginjal, tertanam pada bagian ujung buah semu, dan berwarna hijau hingga cokelat keabu-abuan. Buah jambu mete terdiri atas tiga lapisan, yaitu lapisan kulit keras, lapisan kulit ari, dan lapisan kernel.


Kacang mete biasanya dikonsumsi utuh, dipanggang, dikupas, dan diberi garam. Kacang mete biasanya diolah dengan cara digoreng secara deep frying. Selain itu, kacang mete juga dapat digunakan sebagai penyedap rasa pada berbagai makanan seperti es krim, cokelat batangan, serta aneka kue.
Kacang mete tidak hanya enak dimakan sebagai camilan tetapi juga aman dikonsumsi karena mengandung lemak tak jenuh tunggal. Kacang mete juga kaya akan zat besi, fosfor, selenium, magnesium, dan seng, selain itu mete merupakan sumber fitokimia, antioksidan, dan asam amino esensial yang sangat penting dalam pembentukan sistem saraf pada manusia.


Menurut Data Komposisi Pangan Indonesia (DKPI), energi per 100 gram kacang mete mentah adalah 566 kkal. Kadar protein pada 100 gram kacang mete mentah sebesar 18 gram. Asam amino yang potensial pada kacang mete adalah leusin, valin, arginin, asam aspartat, asam glutamat, dan serin. Asam amino membentuk struktur otak dan zat penghantar rangsang (zat neurotransmitter) pada sambungan sel saraf. Asparagin dan asam aspartat diperlukan untuk menjaga keseimbangan dalam sistem saraf pusat. Asam amino berperan untuk mengatur pembentukan senyawa serotonin yang terlibat di dalam sistem saraf atau acetylcholine yang penting untuk daya ingat. Sumber asam amino berkualitas bisa didapatkan dari protein hewani dan nabati, salah satu protein nabati yang bersumber dari kacang-kacangan termasuk kacang mete. Leusin merupakan asam amino esensial yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan anak-anak dan menjaga keseimbangan nitrogen pada orang dewasa. Leusin juga berguna untuk perombakan dan pembentukan protein otot. Asam glutamat sangat diperlukan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan asam aspartat untuk membantu kerja neurotransmitter otak.


Kadar lemak total pada 100 gram kacang mente mentah adalah 47 gram. Tingginya kadar lemak pada kacang mente sangat berperan penting dalam peningkatan kadar energi dan kecerdasan otak dan sistem saraf bayi. Lemak pada kacang mete 78-80% merupakan asam lemak tak jenuh Senyawa bioaktif seperti asam lemak tak jenuh MUFA (Mono Unsaturated Fatty Acid) dan PUFA (Polyunsaturated Fatty Acid), fenol, dan tokoferol yang terkandung di dalam kacang mente cukup tinggi dan sangat bermanfaat bagi kesehatan dan kecedasan otak anak.


Begitu banyak nutrisi penting pada kacang mente yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan kecerdasan otak anak, tertutama pada tahun-tahun pertama kehidupan. Namun sangat disayangkan, masih kurangnya tingkat konsumsi mente sebagai salah satu makanan pendamping ASI (MP-ASI) pada balita di Sulawesi Tenggara. Mungkin belum familiar dikalangan ibu-ibu, bahkan sangat jarang saya temukan ibu-ibu yang memberikan kacang mente sabagai MP-ASI. Semoga, setelah tulisan ini terbit konsumsi kacang mente pada bayi dan balita bisa ditingkatkan. Bukan hanya bayi dan balita, pada ibu yang masih hamil pun sangat baik mengkonsumsi kacang mente untuk melengkapi asupan nutrisi selama kehamilan yang tentunya sangat bermanfaat untuk meningkatkan kecerdasan otak janin. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan