oleh

Esok Salat Idul Fitri, Manakah yang Utama di Masjid atau Lapangan

KENDARINEWS.COM—Esok umat muslim di seluruh dunia akan merayakan hari kemenangan Idulfitri 1443 Hijriah, pemerintah pun telah mengizinkan penyelenggaraan salat Idulfitri di lapangan terbuka.

Masyarakat kini punya banyak pilihan untuk salat Idulfitri, mau di masjid atau dilapangan.

Lantas, manakah yang lebih utama? Melansir dari laman resmi PP Muhammadiyah, disebutkan bahwa salat Idulfitri hukumnya adalah sunah muakad. Nabi Muhammad saw tidak pernah meninggalkan salat Idulfitri selama sembilan kali Syawal dan Zulhijah setelah disyariatkan.

Namun, tidak ada dalil yang menyebut bahwa seseorang telah berdosa jika meninggalkan salat Idulfitri.

1. Dalil Salat Id di Lapangan. Dasar hukum salat idul fitri dikerjakan di lapangan dua rakaat, sebelum khutbah, tanpa azan dan tanpa ikamah, serta tidak ada salat sunah sebelum maupun sesudahnya.

Dari abu Sa?id al-Khudri r.a. (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Rasulullah saw keluar ke lapangan tempat salat (musala) pada hari Idulfitri dan Iduladha, lalu hal pertama yang dilakukannya adalah salat, kemudian ia berangkat dan berdiri menghadap jemaah, sedangkan jemaah tetap duduk pada saf masing-masing, lalu Rasulullah menyampaikan wejangan, pesan, dan beberapa perintah. [HR al-Bukhari].

2. Dalil salat Idulfitri tanpa azan dan ikamah Dari Jabir bin Samurah ia berkata: Saya telah menunaikan salat dua hari raya bersama Rasulullah saw lebih dua kali, yakni (beliau menunaikannya) tanpa azan dan ikamah. [HR Muslim].

3. Dalil dua rakaat salat Idulfitri Dari Ibn ‘Abbas (diriwayatkan bahwa) Nabi saw salat Idulfitri pada hari dua rakaat tanpa melakukan salat lain sebelum dan sesudahnya. [HR tujuh ahli hadis dan lafal di atas adalah lafal al-Bukhari]. Jadi, berdasarkan keterangan dalil di atas, umat muslim memang diutamakan salat Idulfitri di lapangan terbuka. Kendati demikian, tidak dilarang untuk tetap salat Idulfitri di masjid. (jpnn/kn)

Komentar

Tinggalkan Balasan