Angka Kemiskinan di Sulawesi Tenggara Turun 0,2 Persen

KENDARINEWS.COM — Strategi penanganan kemiskinan di Sulawesi Tenggara (Sultra) cukup berhasil. Meski dihantam badai pandemi, angka kemiskinan masih bisa ditekan. Dalam kurun tiga tahun terakhir, persentasenya turun 0,2 persen.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Sultra J. Robert Maturbongs mengatakan pengentasan kemiskinan menjadi salah satu prioritas pemerintah. Tiap tahunnya, pemerintah mengalokasikan anggaran untuk masyarakat kurang mampu melalui program pemberdayaan dan bantuan sosial (Bansos).

“Secara umum, kemiskinan di Sultra agak stagnan. Sejak tahun 2018-2021, hanya turun 0,2 persen,” beber Robert Maturbongs.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan daerah (Bappeda) Sultra, J Robert Maturbongs

Capaian Pemprov menekan angka kemiskinan patut diapresiasi. Sejak pandemi, angka kemiskinan di sebagian besar daerah di Indonesia meningkat. Hal ini berimplikasi pada peningkatan angka kemiskinan secara nasional. Dari data akhir 2021, kemiskinan di Sultra sebesar 11,7 persen.

“Dengan sisa waktu, kita targetkan bisa menekan tingkat kemiskinan sekira 0,4 persen. Idealnya, kita hanya bisa sampai di angka 11,3 persen tahun 2023,” jelasnya.

Sebenarnya kata Robert, angka kemiskinan masih bisa diturunkan lagi manakala masa pandemi Covid-19 itu sudah berakhir.

“Kemarin, karena faktor bencana non alam sehingga dana pemerintah banyak lari ke penaggulangan covid. Kalau covid sudah berlalu, otomatis program pembangunan infrastruktur pemerintah saat ini bisa membuka kembali ruang bagi pengangguran untuk lapangan kerja. Juga bagi pelaku UMKM bisa bangkit dan tumbuh kembali dan juga dibarengi intervensi dari berbagai pihak untuk pemulihan ekonomi masyarakat,” ujarnya. (kam)

Tinggalkan Balasan