Hamdan Zoelva : Kisah Nur Alam Menginspirasi

KENDARINEWS.COM — Terlepas dari kasus hukumnya, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Dr Hamdan Zoelva SH MH mengakui kisah Nur Alam begitu menginspirasi. Lewat pengantar dalam buka memoar Nur Alam gubernur yang terpenjarakan, Hamdan Zoelva mengatakan negeri ini membutuhkan sosok putera daerah yang tangguh, tekun dalam bekerja dan memiliki idealisme dalam mewujudkan agenda-agenda besar daerah maupun nasional.

“Cukup lama Indonesia mengalami krisis keteladanan. Padahal negeri ini membutuhkan lebih banyak contoh dan teledan dari orang. Orang yang jujur, berani, inovatif, kreatif dan memiliki mimpi dan gagasan besar. Sekaligus punya nyali untuk mewujudkan mimpi dan gagasan,” kata Hamdan Zoelva mengawali kata pengantar.

HAMDAN ZOELVA

Ia menyambut baik inisiatif dan kerja penulis bersama tim redaksi yang telah berhasil menyelesaikan buku Dipaksa Kalah Divonis Salah. Buku ini mengisahkan perjalanan Nur Alam. Meski lahir dari seorang keluarga sederhana, Nur Alam mampu mengejar mimpinya sehingga menjadi orang nomor satu di Sulawesi Tenggara (Sultra)

“Buku ini menyajikan ulasan mengenai aspek hukum, juga bukti-bukti dan pendapat ahli terkait perkara yang dituduhkan terhadap Nur Alam. Yang sebenarnya tidak pernah bisa dibuktikan di persidangan namun tetap divonis 12 tahun penjara,” katanya.

Ketua Umum Laznah Tanfidziyah Sarekat Islam ini berharap buku ini dapat menularkan semangat generasi muda di Sultra untuk menjadi orang benar dan berani melakukan transformasi untuk kesejahteraan daerah. “Semoga buku ini bisa menginspirasi dan menumbuhkan hal baik kepada setiap orang,” ujarnya menutup pengantar.

Rencananya, Dr Hamdam Zoelva SH MH sebagai pembicara pada peluncuran sekaligus bedah buku Memoar Nur Alam Gubernur yang Terpenjarakan berjudul Dipaksa Kalah Divonis Salah pada tanggal 7 Maret mendatang. Selain Hamdan Zoelva, sejumlah pakar akan hadir yakni Ahli Hukum Pidana Dr M.Arif Setiawan SH MH dan ahli hukum tata negara Dr Margarito Kamis SH M.Hum. Bedah buku ini akan dipandu pengamat politik dan Dosen FISIP Universitas Indonesia (UI) Dr Ari Junaedi MS. (mal)

Tinggalkan Balasan