Budidaya Vaname di Konawe Dilirik Investor


KENDARINEWS.COM — Udang putih atau vaname merupakan spesies budi daya Indonesia yang berasal dari perairan Amerika Tengah. Saat ini, udang vaname menjadi salah satu komoditas utama dalam usaha budi daya tambak. Wilayah pesisir Konawe mulai dilirik oleh pihak swasta yang berniat mengembangkan udang Vaname untuk kepentingan komersil. Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa, mengatakan, budi daya tersebut sebenarnya sudah mulai dilakukan sejumlah petani tambak di wilayah pesisir, tepatnya di Kecamatan Kapoiala.

Ilustrasi

Meski demikian, hasil produksi udang putih yang dibudidayakan para petambak tersebut tidak begitu besar.
“Sudah ada budi daya udang Vaname di Kapoiala. Tapi masih kolam-kolam percontohan saja. Pengembangannya memang dilakukan di wilayah pesisir. Wilayah perairan Konawe kan hanya di tiga kecamatan, yaitu Soropia, Lalonggasumeeto dan Kapoiala,” ujar Kery Saiful Konggoasa, Senin (21/2).

Bupati Konawe dua periode itu menuturkan, prospek budi daya udang vaname terbilang cukup menjanjikan. Harga jual udang putih itu sangat tinggi dan sangat diminati di pasaran. Bahkan, kerap jadi menu andalan pada beberapa restoran ternama di Indonesia. “Saya sempat bertemu pebisnis vaname di Makassar, sekali panen bisa sampai Rp 20 miliar. Proses budidayanya dari bibit hingga siap panen itu hanya 84 hari. Tapi memang perlu ketekunan karena udang ini gampang kena penyakit,” tutur Kery.

Mantan Ketua DPRD Konawe itu mengemukakan, belum lama ini ada perusahaan asal China yang tertarik mengembangkan usaha budi daya udang Vaname di otoritanya. Hanya saja, Kery belum menyahuti keinginan investor asal negeri Tirai Bambu itu. Ia mengaku masih perlu mempelajari secara detail rencana investasi di sektor perikanan tambak oleh pihak swasta tersebut. “Saya akan lihat dulu bagaimana bagusnya. Yang jelas, produksi dan daya saing udang vaname di Konawe ini harus kita maksimalkan,” tandas Kery Saiful Konggoasa. (c/adi)

Tinggalkan Balasan