Cegah Genangan, Pemkot – Kementerian PUPR Galakkan Pembangunan Infrastruktur Pengendali Banjir

KENDARINEWS.COM — Pemkot Kendari bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan sejumlah proyek pembangunan infrastruktur pengendalian banjir Kota Lulo berlanjut. Upaya itu mencegah musibah banjir yang kerap menimpa warga metro terutama pada saat musim penghujan.

Staf Ahli Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan Menteri PUPR, Endra Atmawidjaja, mengatakan dalam mengatasi masalah banjir di Kendari, tidak bisa hanya mengandalkan kolam retensi Sungai Wanggu, melainkan harus ditopang oleh infrastruktur pengendali lainnya seperti tanggul, cekdam, dan infrastruktur lainnya.

Wali Kota Kendari, H. Sukarnain Kadir (paling kanan) memberikan pemaparan kepada Anggota DPR RI, Ridwan Bae (kedua dari kanan) dan jajaran BWS Sulawesi IV Kendari soal pembebasan lahan kolam regulasi nanga-nanga di Kelurahan Baruga.

Endra menjelaskan, kolam retensi banjir yang ada saat ini hanya mampu menampung sekira 237 m³ luapan sungai wanggu. Rinciannya sebanyak 60 ribu m³ kolam retensi hulu dan 177 ribu m³ kolam retensi hilir atau hanya bisa mereduksi sekira 40 persen debit puncak banjir.

“Untuk menangani masalah banjir di Kendari maka fokus penanganannya mulai dari hulu ke hilir disepanjang sungai wanggu. Karena sungai ini yang membelah kota. Ada 13 anak sungai yang bermuara disungai wanggu,” ungkap Endra, saat meninjau Kolam Retensi Sungai Wanggu di Kelurahan Lepo-lepo, Kecamatan Baruga, Rabu (30/06/2021).

Guna mendukung kelancaran pembangunan, Endra berharap Pemkot Kendari bisa bersinergi dengan pihaknya untuk segera melakukan pembebasan lahan pada sejumlah proyek pembangunan sistem pengendalian banjir dimaksud.

Endara mencontohkan, untuk pembangunan tanggul pengendali banjir sepanjang 18,5 km, pihaknya telah merampungkan sekira 15,5 km, sisanya sekira 3 km belum tuntas dikarenakan persoalan pembebasan lahan.

Selain itu, Endra juga meminta Pemkot Kendari segera membebaskan lahan untuk pembangunan Nanga-nanga Regulation Pool (kolam regulasi Nanga-nanga) diwilayah Kelurahan Baruga yang diproyeksikan membutuhkan lahan sekira 50 hektar.

Staf Ahli Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan Menteri PUPR, Endra Atmawidjaja (kedua dari kanan) saat mendengarkan paparan Kepala BWS Sulawsi IV Kendari, Haeruddin C. Maddi (paling kiri) terkait penanganan banjir di Kota Kendari, kemarin. Endra memastikan pihaknya tahun ini bakal melanjutkan proyek pembangunan sistem pengendali banjir di Kota Lulo.

Terpisah, Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir, mengaku tengah mempercepat proses pembebasan lahan warga. Utamanya pada lokasi pembangunan kolam regulasi sehingga mega proyek tersebut bisa segera berjalan.

“Kami siap untuk itu (pembebasan lahan). Apalagi ini (waduk pengendali banjir) menyangkut kepentingan masyarakat banyak. Untuk mereduksi potensi terjadinya banjir di Kota Kendari. Saya sudah instruksikan jajaran untuk melakukan komunikasi awal (lobi) ke pemilik lahan yang menjadi lokasi pembangunan kolam regulasi,” kata Sulkarnain.

Sekedar informasi, pembangunan tanggul pengendali banjir dimaksudkan untuk mencegah luapan sungai wanggu yang meluap ketiga diguyur hujan. Sementara pembangunan cekdam dimaksudkan untuk menghalau sedimen (lumpur) dari hulu menuju hilir. Total ada enam cekdam yang bakal dibangun tahun ini.

Sementara untuk, Nanga-nanga Regulation Pool (Waduk Pengendali Banjir) dikawasan Baruga dibangun untuk menampung air luapan sungai hingga 1,5 juta – 2,5 juta m³ dan diperkirakan dapat mereduksi banjir hingga 46 persen sehingga total yang bisa direduksi jika semuanya terbangun sekira 80 persen . Selain itu, kolam regulasi ini juga mampu menyediakan kebutuhan air bersih untuk warga Kota Kendari hingga 20 liter per detik.

2022, Pembangunan Waduk Dimulai

Keberadaan kolam retensi belum sepenuhnya mampu mereduksi banjir di Kota Kendari. Atas dasar itu, Pemkot Kendari bakal menambah waduk pengendali banjir atau kolam regulasi. Niat tersebut telah mendapat lampu hijau dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengatakan, pembangunan infrastruktur pengendali banjir tidak berhenti sampai pengadaan kolam retensi Sungai Wanggu (hilir). Itu dikarekan dalam mengatasi problem banjir kota, penanganannya juga harus dilakukan pada hulu sungai.

Wakil Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran (kanan) saat memantau pembangunan kolam retensi sungai wanggu di kawasan Baruga.

”Kami sedang merancang yang lebih besar. Membangun waduk pengendali banjir. Doakan tahun depan bisa dilaksanakan. Lokasinya di kawasan Nanga-nanga Kelurahan Baruga,” kata Sulkarnain Kadir kemarin.

Untuk mendukung kelancaran pembangunan, pihaknya kini tengah melobi masyarakat agar mau membebaskan lahannya. Apalagi KemenPUPR siap mengalokasikan anggarannya. Proyek ini membutuhkan lahan sekitar 50 hektar. Jika tak ada kendala, pembangunannya bisa dimulai tahun depan.

“Kami siap untuk itu (pembebasan lahan). Apalagi ini (waduk pengendali banjir) menyangkut kepentingan masyarakat banyak. Untuk mereduksi potensi terjadinya banjir di Kota Kendari. Saya sudah instruksikan jajaran untuk melakukan komunikasi awal (lobi) ke pemilik lahan yang menjadi lokasi pembangunan waduk,” kata Sulkarnain.

Waduk pengendali banjir ini menampung air sekitar 1,5 juta – 2,5 juta meter kubik dandapat mereduksi banjir hingga 46 persen. Jika ditambah kilam retensi dan cekdam lainnya, potensi banjir bisa direduksi hingga 80 persen. Kolam regulasi ini juga mampu menyediakan kebutuhan air bersih untuk warga Kota Kendari hingga 20 liter per detik.

Waduk Pengendali Banjir Dapat Atasi Krisis Air di Kendari

Warga metro tengah kesulitan mengakses layanan air bersih. Pasalnya, suplai dari PDAM tidak lancar lantaran sering mengalami kendala pada produksi dan distribusinya. Pipa sering patah dan kondisi mesin yang mudah rusak menjadi alasan. Kondisi tersebut diperparah dengan belum terwujudnya pembangunan Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) PDAM di Dasa Tabanggele.

Pemkot Kendari membangun waduk di kawasan Sungai Wanggu, Kelurahan Baruga. Selain pengendali banjir, waduk ini juga akan menjadi sumber air baku PDAM. Kolam retensi di jalan Boulevard Kendari tidak hanya berfungsi sebagai waduk pengendali banjir, tapi menjadi pilihan alternatif bagi warga metro yang ingin bersantai.

Atas dasar itu, Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir bernisiatif membangun waduk di kawasan Sungai Wanggu, Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga. Waduk yang akan dibangun berukuran cukup luas sekira 52 hektar.

Waduk nantinya akan berfungsi ganda yakni selain untuk menampung air luapan sungai wanggu, juga menjadi sumber air baku PDAM untuk warga. “Mudah-mudahan ini bisa jadi alternatif sumber air bagi kita,” ujarnya.

Waduk tersebut diperkirakan bisa menampung 1,5 juta – 2,5 juta meter kubik air luapan sungai wanggu. Di sisi lain mampu menyediakan kebutuhan air bersih untuk warga Kota Kendari hingga 20 liter per detik. “Memang jumlahnya tidak terlalu besar, tapi ini upaya kita untuk masyarakat agar terpenuhi kebutuhan air bersihnya,” kata Sulkarnain

“Karena kalau kita mau tunggu izin dari Konawe untuk bangun SPAM di Desa Tabanggele sampai kapan. Saya sudah satu tahun minta izin, belum dapat izin. Mudah-mudahan Pemda Konawe mengizinkan. Karena begitu diizinkan kita langsung mulai pembangunannya,” pungkasnya.

Sekedar informasi, pembangunan waduk pengendali banjir masih dalam tahap pembebasan lahan. Rencananya, Pemkot Kendari bekerjasama dengan Kementerian PUPR bakal memulai pembangunan waduk pada tahun depan. (ags)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.