Bensin Langka, Sopir Rute Raha – Masalili Usul Kenaikan Tarif

Beberapa sopir angkutan umum yang mengusulkan kenaikan tarif angkutan jurusan Raha-Masalili Muna, Selasa (23/11)


KENDARINEWS.COM– Sopir angkutan jurusan Raha – Masalili di Kabupaten Muna bakal menaikan tarif imbas kelangkaan bahan bakar jenis premium di daerah itu. Tarif semula Rp 5.000 akan naik menjadi Rp 7.000 untuk umum, dan Rp2.000 naik menjadi Rp4.000 untuk pelajar sekali jalan.

Perwakilan supir angkutan, Zainal mengatakan para sopir saat ini kesulitan menutupi biaya operasional karena harus menutupi biaya bahan bakar. Sebelumnya, angkutan jenis mikrolet menggunakan premium dengan harga Rp6.850 per liter yang sebulan belakangan sudah tidak tersedia lagi di SPBU wilayah Muna. Praktis, para sopir harus mengganti bahan bakar ke jenis pertalite non subsidi dengan harga Rp7.850 per liter.

“Sebenarnya ada pertalite subsidi yang harganya sama dengan bensin, tapi sangat langka. Makanya, kenaikan biaya bahan bakar membuat kami rugi,” jelasnya.

Ia menambahkan, para sopir sudah sepakat untuk menaikkan tarif angkutan khusus yang melalui rute Raha – Masalili. Kenaikan itu akan diputuskan dan diberlakukan setelah seluruh supir angkutan rute tersebut yang jumlahnya sekitar 40 orang melakukan rapat bersama, malam nanti. “Kami akan putuskan sama – sama dengan semua sopir, sehingga tarifnya seragam. Bahkan ada ada rencana kami akan mogok dulu selama tiga hari,” ujarnya.

Wakil Ketua Organda Kabupaten Muna, La Ode Nsora mengatakan, wacana kenaikan tarif yang disuarakan para sopir itu dinilainya wajar. Lagipula, tarif yang berlaku selama ini masih berada di bawah tarif yang ditetapkan dalam Peraturan Bupati nomor 16 tahun 2015 yakni sebesar Rp7.000 untuk rute Raha – Masalili. Sehingga kenaikan tarif tidak akan menyalahi aturan.

“Sebenarnya bukan dinaikkan, tapi dinormalisasi. Karena selama ini para sopir terlalu rendah menetapkan tarif, padahal Perbup menenatpkan Rp7.000,” terangnya.

Diketahui, rute Raha – Masalili selama ini beroperasi melayani penumpang dari dua kecamatan yakni Lohia dan Kontunaga yang ingin ke Raha atau sebaliknya. Camat Lohia, LM. Hajar Sosi ikut menambahkan, rencana kenaikkan tarif itu sebaiknya jangan diikuti dengan aksi mogok para supir. Sebab hal itu akan merugikan para supir sendiri dan masyarakat pengguna jasa. Ia meminta, jika memang harus dinaikkan maka harus disosialisasikan dengan baik kepada masyarakat. Dirinya juga berpesan agar kenaikkan tarif bisa seragam di semua angkutan rute tersebut. Sebab selama ini persaingan antar supir kadang menyebabkan berlakunya tarif miring.

“Saya sarankan jangan pakai cara mogok. Cukup dinaikkan saja sambil disosialisasikan kepada pengguna jasa dengan baik,” imbuhnya. (Ode)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.