Vaksinasi Lansia Belum Capai Target


KENDARINEWS.COM — Kendati penyebaran covid-19 sudah lebih terkendali, status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Kendari belum berubah ke level I. Salah satu kendalanya, cakupan vaksinasi Lansia masih di bawah 60 persen. Saat ini, baru 58,35 persen Lansia yang telah divaksin.

Seorang lansia di Kota Lulo menerima suntikan vaksin di acara vaksinasi massal yang digelar Pemkot Kendari. Saat ini, cakupan vaksinasi Lansia baru mencapai 58,35 persen. AGUS SETIAWAN/KENDARI NEWS

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengatakan pemberian vaksin kepada lansia tak semudah membalikkan telapak tangan. Pasalnya, lansia merupakan salah satu kelompok yang membutuhkan penanganan khusus. “Memang (lansia) menjadi tantangan bagi kita, termasuk di seluruh Indonesia. Butuh penanganan khusus, butuh upaya untuk meyakinkan mereka agar mau ikut dalam program ini. Karena ini mereka tidak bisa dipaksa,” kata Sulkarnain Kadir, kemarin.

Ia meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) tak henti melakukan pendekatan melalui sosialisasi dan edukasi kepada lansia agar mau menerima vaksin. “Jangan pernah bosan, karena ini tugas kita untuk menyelamatkan sesama,” kata Sulkarnain Kadir.

Secara keseluruhan, capaian vaksinasi sudah baik. Hingga, kemarin (19/11) cakupannya susah mencapai 64,92 persen. “Jika dibandingkan seluruh kabupaten/kota di Sultra kita yang tertinggi. Sehingga saya tekankan kepada selurun pihak terkait, Satgas, Dinkes, TNI/Polri tetap semangat menjalankan tugasnya untuk mensukseskan vaksinasi,” kata Sulkarnain Kadir.

Terpisah, Kepala Dinkes Kendari, drg Rahminingrum mengaku sudah berusaha maksimal dalam meyakinkan lansia untuk berpartisipasi dalam program vaksinasi. Bahkan pihaknya menerapkan jemput bola kepada lansia. “Kami terus melakukan pencarian untuk mengajak orang tua kita agar mau vaksin. Kami bersilaturahmi kerumah-rumah, menjemput, mengantar, membujuk, merayu, kita bawakan souvenir, memang sangat susah tapi terus kita coba,” kata Rahminingrum.

Pemberian vaksin kepada lansia sangat penting dalam rangka melindungi mereka dari penularan Covid. Makanya, ia mengimbau kepada masyarakat yang masih memiliki lansia untuk segera melaporkannya ke Dinkes atau Puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan. “Silahkan dibawa ke Puskesmas untuk diberikan vaksin, gratis tanpa dipungut biasa satu peser pun. Bukan hanya lansia, seluruh masyarakat yang belum vaksin juga kami sarankan bisa langsung ke faskes terdekat untuk mendapatkan vaksin,” kata Rahminingrum. (b/ags)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.