PTM Tanpa Pembatasan, Sekolah Diminta Lengkapi Sarana Prokes


KENDARINEWS.COM — Seiring menurunnya kasus covid-19 aktif, Pemkot Kendari mulai melonggarkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah. Dimulai dengan penambahan jam belajar hingga jumlah pelajar. Pada tahun belajar semester II 2021-2022, PTM di sekolah akan dibuka 100 persen atau tanpa pembatasan.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dikmudora) Kota Kendari, Makmur mengatakan mulai memberikan kelonggaran. Sejak tanggal 6 September, pihaknya telah menambah jumlah kuota siswa yang mengikuti PTM. Namun tetap dengan skala terbatas.

“Saat ini, sekolah kecil sudah bisa masuk 100 persen (pelajar). Untuk kategori sedang baru 50 persen sedangkan besar 25-30 persen. Secara bertahap, jumlah siswa yang mengikuti PTM akan terus ditambah. Asalkan, kondisi pandemi covid di Kota Kendari bisa semakin dikendalikan,” ujar Makmur kemarin.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dikmudora) Kota Kendari, Makmur

Pada Januari 2022, PTM ditargetkan bisa digelar secara normal atau tanpa dilakukan pembatasan. Namun Dikmudora tetap meminta rekomendasi Pemkot dan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid Kota Kendari. Sejalan dengan rencana ini, pihaknya meminta sekolah-sekolah mempersiapkan seluruh sarana dan prasana protokol kesehatan (Prokes). “Kami menyiapkan beberapa skenario PTM di sekolah,” ujarnya.

Di sisi lain, pihaknya mendorong pelaksanaan vaksinasi di satuan pendidikan baik guru dan pelajar. Sejauh ini, progresnya cukup positif. Untuk guru, cakupannya telah mencapai 81 persen sementara pelajar 49 persen. “Kami berharap bisa mencapai 100 persen (terkecuali komorbit) untuk guru. Sementara pelajar agak sulit sebab sifatnya sukarela,” imbuh Makmur.

Diakuinya, program vaksinasi pelajar mengalami sejumlah kendala. Salah satunya, izin orang tua. Hingga kini, masih banyak orang tua pelajar yang masih khawatir anaknya divaksin. Padahal BPOM, Kemenkes dan MUI telah menyatakan vaksin covid-19 dijamin keamanan dan kehalalannya.

“Tugas kita saat ini mengedukasi masyarakat tentang pentingnya vaksinasi. Namun penyelenggara PTM tanpa pembatasan bisa diizinkan bila seluruh sarana dan prasarana prokes terpenuhi,” pungkasnya. (b/mg1/mg4)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.