Jenderal Andika Perkasa dan Elektabilitas


KENDARINEWS.COM — Jenderal Andika Perkasa telah disahkan sebagai panglima TNI pada rapat paripurna yang digelar, Senin (8/11). Dengan kenaikan jabatan itu, Andika diprediksi meramaikan bursa calon presiden (capres) yang bersaing pada pemilihan presiden (pilpres) mendatang.

Sekjen Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) Said Salahudin meyakini, persetujuan DPR atas pencalonan Jenderal Andika Perkasa sebagai panglima TNI bakal memengaruhi peta Pilpres 2024. Jika selama ini namanya belum muncul dalam hasil survei, setahun ke depan situasinya diprediksi berubah. ”Nama Jenderal Andika bisa saja moncer dalam hasil survei sebagai kandidat capres potensial,” terang Said kepada Jawa Pos.

Menurut dia, pikiran rakyat sangat simpel. Rakyat akan mencari sosok yang menurut nalar subjektif mereka memiliki kecakapan tertentu. Ada yang senang dengan figur berlatar belakang militer karena tidak diragukan semangat nasionalismenya. Ada juga yang senang dengan penampilan fisik yang gagah dan murah senyum.

Jenderal Andika Perkasa

Namun, Said mengingatkan, semua pihak tidak boleh melakukan upaya yang terkesan mendorong-dorong Jenderal Andika bermain politik selama menjabat panglima TNI. Selain tidak etis, hal itu bisa menimbulkan kecanggungan bagi Andika sendiri.

Pengamat politik Ujang Komaruddin menyebut bisa saja jabatan panglima TNI jadi panggung untuk pencapresan. Bisa juga posisi yang strategis itu mengerek elektabilitas Andika. ”Itu terjadi jika lembaga-lembaga survei memasukkan namanya dalam figur yang disurvei,” ungkapnya.

Namun, kata Ujang, seandainya masuk bursa capres dan mempunyai elektabilitas sekalipun, Andhika tetap akan sulit bersaing. Sebab, kurang lebih setahun ke depan dia pensiun. Dan, ketika pensiun kelak, namanya bisa memudar lagi karena tidak mempunyai posisi.

Sementara itu, pimpinan dan anggota komisi I kemarin berkunjung ke rumah Andika di wilayah Patal Senayan, Jakarta Selatan. Wakil Ketua Komisi I Abdul Kharis Almasyhari mengatakan, kunjungan tersebut bertujuan silaturahmi. ”Tidak ada bahasan spesifik dalam kunjungan ini,” paparnya.

Politikus PKS itu menambahkan, pihaknya ingin memastikan bahwa Andika tinggal di rumah tersebut bersama keluarganya. Menurut Kharis, kunjungan itu juga bisa disebut verifikasi faktual. Dia menuturkan, dalam rapat paripurna hari ini, DPR akan mengundang Jenderal Andika untuk disampaikan bahwa ada pengambilan keputusan. Keluarga Andika menyajikan nasi liwet untuk para tamu. Andika pun berterima kasih atas kunjungan tersebut. ”Saya meminta maaf apabila ada kekurangan dalam penyambutan,” tuturnya. (jpg)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.