Stafsus Wapres Sukriansyah Tinjau Titik Nol Ibu Kota Negara Baru

(BPMI Setwapres)
Staf Khusus Wapres Bidang Infrastruktur dan Investasi, Dr. Sukriansyah S Latief (tengah) bersama rombongan didampingi Wakil Gubernur Kalimantan Timur Hadi Mulyadi (keempat kiri) saat meninjau titik nol pembangunan Ibu Kota Negara baru di Sepaku, Penajam Paser Utara, Kaltim, Rabu (03/11).

KENDARINEWS.COM — Staf Khusus (Stafsus) Wakil Presiden (Wapres) bidang infrastruktur dan investasi, Dr. Sukriansyah S Latief menggelar kunjungan kerja (kunker) di Kalimantan Timur (Kaltim). Dalam kunker tersebut, Stafsus Sukriansyah meninjau langsung ke ‘titik nol’, rencana lokasi pembangunan Istana Presiden RI dan Wakil Presiden serta Ibu Kota Negara (IKN) baru di Sepaku, Penajam Paser Utara, Kaltim. Termasuk meninjau proyek strategi nasional pembangunan Bendungan Sepaku Semoi di Penajam Paser Utara, setelah berkunjung ke Kantor Kantor Gubernur Kaltim dan bertemu pejabat daerah Kaltim.

Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi beserta jajarannya menerima langsung kunjungan Stafsus Wapres RI bidang Infrastruktur dan Investasi, Dr. Sukriansyah S. Latief dan Prof. Mohamad. Nasir, Stafsus Wapres bidang Reformasi Birokrasi, Prof. M. Nasir di Ruang Tepian I Lantai 2 Kantor Gubernur Kaltim. Pada kunjungan tersebut juga Stafsus Wapres didampingi oleh Asisten Staf Khusus Wapres, Yulian Hadromi, Siti Hanna Maruf Amin dan M. Mashudi.”Kami mengucapkan terima kasih atas kedatangan Stafsus Wapres RI dan rombongan di kota Samarinda,” ungkap Hadi Mulyadi .

Dalam pertemuan tersebut, Hadi Mulyadi juga menyampaikan bahwa terkait pelayanan publik dalam konteks perizinan (investasi), Kaltim mengeluarkan Nomor Induk Berusaha (NIB) terbanyak di seluruh Indonesia. Ada 85 ribu NIB. Artinya, proses perizinan berjalan dengan baik. Perizinan terkait UMKM, masuk 10 besar dari NIB yang dikeluarkan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) untuk UMKM. “Apa yang diinginkan oleh Bapak Wakil Presiden terkait dengan penggerakan UMKM telah dilakukan dengan baik oleh Pemprov Kaltim. Selain itu, Kaltim menduduki nomor 2 di Indonesia untuk ekspor komoditas ditengah pandemi saat ini,” Katanya.

Hadi Mulyadi mewakili Pemerintah Daerah dan Masyarakat Kaltim sangat berterima kasih kepada Pemerintah ketika memutuskan memindahkan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kaltim. Ia yakin ketika IKN dipindah ke Kaltim akan terjadi pemerataan keuangan pemerintah pusat dan daerah termasuk pembangunan khususnya Jawa dan luar Jawa.

Sementara Stafsus Wapres Bidang Infrastruktur dan Investasi, Sukriansyah menyebutkan tujuan kunjungan kerjanya kali ini ialah untuk mengetahui perkembangan Proyek Strategis Nasional, khususnya pembangunan Bendungan Sepaku Semoi. “Bendungan ini diharap bisa menjadi penyangga air bersih atau air baku Ibukota Negara (IKN) baru. Mudah-mudahan pembangunan infrastruktur penyangga Ibukota Negara baru dapat secepatnya terlaksana di Kaltim,” katanya.

Diketahui, Bendungan Sepaku Semoi memiliki luas genangan sekitar 280 Ha dengan ketinggian 25 meter dari pondasi dan membentang sepanjang 450 meter. Pembangunan bendungan ini nantinya akan bermanfaat besar untuk mereduksi banjir sebesar 55,26 persen serta menampung air baku sebanyak 2.500 liter/detik. Dalam laporan yang ada, pembangunan bendungan ini dimulai sejak penandatangan kontrak, yakni 27 Juli 2020 dan berakhir pada 31 Desember 2023 mendatang.

Menurut Sukriansyah, progres pembangunan bendungan ini sudah cukup baik, walau masih ada beberapa kendala teknis lapangan yang ditemui. Dia berharap, kendala-kendala tersebut bisa diatasi dengan cepat dan menekankan agar pihak stakeholder terus melakukan koordinasi dalam setiap tahapan dan bisa rampung sesuai dengan rencana kerja yang ada. (KN)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.