Awas! DBD Mengintai

KENDARINEWS.COM– Setiap bulan November, kasus demam berdarah dengue (DBD) selalu terjadi peningkatan di Kabupaten Kolaka. Makanya, warga kembali diingatkan untuk selalu waspada agar terhindar dari gigitan nyamuk aedes agypty sebagai penyebab DBD. “Biasanya kasus DBD meningkat sekitar Juni-Juli serta November-Desember.

Ketika cuaca hujan lalu kemarau lagi, kita harus waspada DBD. Karena di saat itu telur aedes agypty mulai menetas dan menjadi nyamuk dewasa,” jelas Programer DBD Dinas Kesehatan Kolaka, Arwan Arifin, SKM, Rabu (27/10).

Dari data Dinas Kesehatan Kolaka, jumlah kasus DBD di Bumi Mekongga tahun 2021 yang tercatat hingga saat ini mencapai 93 kasus. “Alhamdulillah dari jumlah itu tidak ada pasien DBD yang meninggal dunia. Kecamatan Kolaka merupakan wilayah yang paling banyak kasus DBD,” ungkap Arwan Arifin.

Arwan Arifin, SKM

Agar kasus DBD tidak terus meningkat, pihak Dinas Kesehatan Kolaka gencar melakukan penyuluhan tentang gerakan 3 M plus. “Gerakan 3 M plus yaitu menguras dan menutup penampungan air, mengubur barang bekas, serta melakukan abatesasi untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti. Imbauan tersebut rutin kami sampaikan kepada masyarakat,” ujarnya.

Selain melakukan penyaluhan, kata Arwan, pihaknya juga melakukan pembagian abate pada masyarakat, terutama menjelang musim penghujan. “Kalau terjadi peningkatan kasus atau ada indikasi penularan, maka kami akan malakukan fogging,” tambahnya. Untuk mencegah adanya korban jiwa akibat DBD, Arwan meminta warga segera memeriksakan kesehatannya ke pelayanan kesehatan jika mengalami demam lebih dari tiga hari dan ada gejala DBD.

“Segera bawa ke pusat pelayanan kesehatan jika ada anggota keluarganya yang mengalami gejala tersebut supaya mendapat pemeriksaan lebih lanjut, entah itu periksa laboratorium dan sebagainya, agar dipastikan apakah itu DBD atau bukan. Supaya segera dilakukan tindakan,” tuturnya. (c/fad)

Tinggalkan Balasan