Sepasang Kekasih di Kendari jadi “Otak” Aksi Curanmor


-Polisi Amankan Enam Unit Motor

KENDARINEWS.COM — Sepasang kekasih berinisial MAS (21) dan M (28) hanya bisa tertunduk. Keduanya kini terancam hukuman penjara. Mereka diduga merupakan “otak” dari komplotan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang biasa beraksi di Kota Kendari. Dari keduanya, polisi mengamankan barang bukti enam unit motor matic dan sebuah handphone.

Dalam melakukan aksinya, pasangan sejoli ini bekerjasama dengan tiga rekannya. Mereka adalah R (35), H (27) dan MIL (23) yang bertugas menjual hasil jarahannya. Kini, kelima orang tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka. Guna proses penyidikan lebih mendalam, para tersangka diamankan di Mapolres Kendari.

Wakapolres Kendari, Kompol Muhammad Alwi mengatakan para tersangka ditangkap di lokasi berbeda. MAS dan M yang masih berstatus pacaran ini ditangkap di penginapan Agser jalan Laremba, Kelurahan Kadia, Kecamatan Kadia. Sementara tiga tersangka lainnya, yang berperan sebagai penadah ditangkap di jalan Banda, Kelurahan Punggolaka Kecamatan Puuwatu.

“Dari hasil pemeriksaan, diketahui sejoli ini merupakan residivis dalam kasus yang sama. Begitupun dengan penadah berinisial R,” ungkapnya dalam konferensi pers yang didampingi Kasat Reskrim Polres Kendari, AKP I Gede Pranata Wiguna, Jumat (15/10).

Selama ini kata dia, komplotan curnamor ini telah menjadi incaran Reskrim Polres Kendari. Pasalnya, mereka sangat lihai dalam melaksanaan aksinya. Apalagi sindikat ini sudah lama bekerjasama. “Modusnya, dengan melakukan pengintaian terhadap potensi korban yang ada. Kemudian sudah ada yang siap melakukan eksekusi. Mereka berbagi peran,” ujarnya.

Kendaraan yang berhasil dicuri MAS dan M kata dia, akan diserahkan ke R sebagai penadah. Lalu tersangka R dibantu H menjual motor tersebut tanpa surat-surat kepada tersangka MIL dengan harga murah. “Enam unit motor ini dicuri di wilayah Kota Kendari dan dijual di luar Kota Kendari,” ujarnya.

Atas perbuatannya, sambung Alwi, tersangka utama MAS dan M disangkakan pasal 363 ayat 1, ke 3, ke 4 dan ayat 2 KUHP. Tentang pencurian dengan pemberatan. Ancaman hukumannya 9 tahun penjara. “Tiga tersangka lainnya disangkakan melanggar pasal 480 ayat 1 KUHP, tentang penadahan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,” tutupnya. (b/ndi)

Tinggalkan Balasan