Dorong Pendirian Universitas, Dewan Konsultasi ke DIKTI

Muna
Wakil Ketua DPRD Muna, Natsir Ido

KENDARINEWS.COM– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Muna mendorong agar pendirian Universitas di daerah itu bisa segera terwujud. Dewan baru saja melakukan koordinasi dan konsultasi dengan LLDIKTI 9 Wilayah Sulawesi dan Gorontalo guna meminta petunjuk ihwal proses mendirikan lembaga pendidikan tinggi tersebut ditengah informasi adanya moratorium.

Wakil Ketua DPRD Muna, Natsir Ido mengatakan, pertemuan dengan pihak Dikti dilakukan untuk mendapat kepastian terkait adanya informasi moratorium pendirian Universitas dan juga upaya yang perlu dilakukan agar rencana daerah untuk segera memiliki Universitas tetap bisa direalisasikan. Dari hasil konsultasi itu pihaknya mendapat sejumlah masukan positif. Beberapa opsi telah dipaparkan Dikti terkait langkah yang memudahkan Pemkab Muna untuk memiliki Universitas di otoritanya.

“Ada dua opsi yang ditawarkan sebagai solusi jika kita mau memiliki universitas. Dua opsi ini menjadi cara ditengah moratorium pendirian universitas saat ini,” jelasnya.

Ia menerangkan, pihak Dikti saat ini sudah membuka ruang untuk Universitas baru di daerah. Hanya saja, ada beberapa program studi yang statusnya masih moratorium. Diantaranya Teknik, Ekonomi, Pendidikan dan Hukum. Dengan demikian, pendirian Universitas bisa dilakukan dengan catatan membuka jurusan selain yang dimoratorium. Dewan sendiri telah mengusulkan agar Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna sebagai lembaga yang akan diubah statusnya menjadi Universitas.

“Kami usulkan kenaikan status STIP Wuna saja dan itu didukung oleh Dikti dengan menawarkan dua opsi tadi,” paparnya.

Dua opsi yang ditawarkan Dikti tersebut ialah STIP Wuna harus membuka program studi baru diluar jurusan yang dimoratorium. STIP Wuna saat ini baru memiliki empat program studi yakni Budidaya Perairan, Kehutanan, Agribisnis dan Agroteknologi. Jurusan itu masih belum memenuhi syarat dan harus menambah minimal dua jurusan non eksak. Sedangkan opsi kedua STIP Wuna melakukan merger dengan yayasan pendidikan lain seperti Akademi Kebidanan Paramata Raha dan Akademi Keperawatan Pemkab Muna.

“Kalau opsi pertama maka perlu menambah dua atau tiga prodi baru. Dikti menyarankan prodi non eksak seperti manajemen, kewirausahaan dan kepustakaan. Hanya tantangannya prodi ini minim peminat. Kalau opsi kedua yaitu merger maka perlu ada komunikasi antar Yayasan STIP, Akbid dan Akper,” terangnya.

Politisi Golkar itu menguraikan, hasil konsultasi itu akan dikoordinasikan dengan Bupati Muna LM. Rusman Emba. Ia mengatakan, keinginan memiliki Universitas juga sudah didorong oleh Bupati sendiri. Sehingga dirinya optimis mimpi memiliki Universitas di bumi sowite segera terwujud. “Kita akan upayakan terus mengingat banyak sekali mahasiswa Muna yang harus ke Kendari ataupun Baubau hanya untuk kuliah. Makanya kelahiran Universitas ini akan sangat didukung oleh masyarakat,” imbuhnya. (Ode)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *