Pemkot Kendari Tekan Angka Kelahiran Lewat Program Sejuta Akseptor

Metro Kendari


-Berikan Pelayanan KB pada 8.774 Warga

KENDARINEWS.COM — Pemkot Kendari turut andil dalam mensukseskan program sejuta akseptor yang digaungkan pemerintah pusat melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI. Hal tersebut bisa dilihat dari capaian layanan KB yang diberikan kepada sekira 8.774 warga Kota Lulo pada peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-28.

Wakil Wali Kota (Wawali) Kendari, Siska Karina Imran menyambut baik capaian tersebut. Menurutnya, pelayanan KB penting digalakkan dalam rangka mengendalikan laju pertumbuhan penduduk menuju keluarga yang berkualitas dan sejahtera.

“Pemerintah sudah menganjurkan kita bahwa dua anak lebih baik. Selain untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk, juga untuk mengurangi resiko kematian ibu ketika melahirkan. Di sisi lain, untuk menjadikan keluarga lebih berkualitas dan bisa lebih sejahtera,” kata Siska Karina Imran.

Pemkot Kendari berhasil memberi pelayanan KB terhadap 8.774 warga pada pelaksanaan program sejuta akseptor yang digaungkan pemerintah pusat melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI. Tampak seorang ibu mendapatkan pelayanan KB. Agus Setiawan/KendariNews

Terpisah, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk & KB) Kendari, Jahudding mengatakan capaian ini tak lepas dari support yang diberikan Wali Kota dan wakilnya serta kesadaran masyarakat untuk membangun keluarga yang sejahtera.

Dalam program sejuta akseptor ini, pihaknya bekerja sama dengan BKKBN Perwakilan Sultra dalam melaksanakan pelayanan KB di 55 fasilitas kesehatan (Faskes) di Kota Kendari. Program ini juga dilakukan guna menekan angka kelahiran total atau Total Fertility Rate (TFR). Yang mana, rata-rata anak yang dilahirkan dari seorang wanita selama usia suburnya (antara 18 – 49 tahun).

“Berdasarkan Survei Demokrasi Kesehatan Indonesia (SDKI) secara nasional TFR kita masih berada di angka 2,4. Tetapi untuk Sultra kita berada pada angka 2,8 sementara untuk menjadikan penduduk tumbuh seimbang itu targetnya adalah 2,1. Jadi kita harus berkolaborasi dengan berbagai leading sektor,” kata Jahudding. (b/ags)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *