Kendari jadi Lokus Penanganan Stunting

Kasus Anak Gagal Tumbuh Menurun

KENDARINEWS.COM — Strategi Pemkot Kendari dalam penanganan stunting atau anak gagal tumbuh patut diapreisasi. Secara bertahap, kasus stunting terus menurun. Per Agustus 2021, tingkat prevalensi stunting berada di posisi 5,6 persen. Padahal angka stunting di Kota Kendaro mencapai 15,2 persen.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir menyambut baik capaian tersebut. Sebab ini capaian luar biasa. Dalam beberapa tahun terakhir, kasus stunting bisa dipangkas hingga 10 persen. “Alhamdulillah, kami baru menerima kabar baik saat melakukan kunjungan ke Jakarta. Berdasarkan hasil pendataan BKKBN, tingkat prevalensi stunting tersia 5,6 persen,” ungkapnya, kemarin.

SULKARNAIN KADIR

Menurunnya angka stunting di Kota Lulo kata dia, tak lepas dari sinergi semua pihak, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), stakeholder terkait dan masyarakat umum. Sejak awal, ia telah menginstruksikan Dinas Kesehatan (Dinkes) bekerja keras menekan angka stunting.

“Semua berkomitmen untuk mencegah stunting. Kami juga terbantukan melalui program TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) yang dilaksanakan Kodim 1417/Kendari. Dalam satu item kegiatanya adalah sosialisasi dan edukasi bahaya stunting kepada masyarakat,” kata Sulkarnain Kadir.

Terpisah, Kepala Dinkes Kendari, drg Rahminingrum mengaku sukses menekan angka stunting merupakan sukses yang diraih bersama. Pasalnya, dalam penanganan stunting melibatkan seluruh stakholder mulai dari menjaga ketahanan pangan masyarakat (asupan gizi ibu hamil), hingga mengedukasi masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mengajarkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Rahminingrum berjanji, kedepan pihaknya akan terus melakukan intervensi penanganan stunting dengan melibat seluruh nakes (tenaga kesehatan) dan seluruh faskes terutama seluruh Puskesmas dan membangun sinergi terhadap seluruh elemen terkait untuk bersama-sama mencegah stunting. Di sisi lain, Kemenkes telah menetapkan Kota Kendari sebagai lokus penanganan stunting pada 2022 mendatang. (b/ags)

Tinggalkan Balasan