Rupbasan Simpan Ribuan Tabung Gas Subsidi Sitaan

Hukum & Kriminal

KENDARINEWS.COM — Meski kerap ditangkap, masih saja ada oknum yang nekad menyelundupkan elpiji 3 kilogram. Di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan), ribuan tabung elpiji bersubsidi ini teronggok dan menjadi barang bukti sitaan dan rampasan negara dari sejumlah perjara pidana.

Kepala Rupbasan Kelas I Kendari, R Teja Iskandar mengatakan tabung elpiji yang disimpan di Rupbasan sebanyak 1.700 tabung. Titipan terbanyak dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendari. Setiap barang titipan di Rupbasan Kendari akan dilakukan penelitian dan pengecekan kadar serta kualitas barang bukti terlebih dahulu. Dari hasil penelitian tabung gas itu lebih banyak yang berisi dari pada kosong.

“Di Rupbasan ini tabung gas subsidi yang dititip jumlahnya 1.700 tabung. Saat ini, kasusnya masih dalam tahap persidangan di Pengadilan. Sekitar satu atau dua bulan, putusannya sudah inkrach,” ujarnya kemarin.

Ribuan ribuan tabung gas subsidi teronggok di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. Foto : I NGURAH PANDI SENTOSA/KENDARI POS

Karena barang tersebut rawan meledak, pihaknya bekerja sama dengan Pertamina dan Pemadam Kebakaran. Pemadam Kebakaran mendampingi terkait praktek penggunaan Apar (alat pemadam api ringan). “Terus kami disarankan setiap harinya membuka gudang selama 15 menit agar terjadi sirkulasi udara, begitupun dari pertamina. Semua demi keamanannya,” katanya.

Selain tabung gas subsidi, Rupbasan Kelas I Kendari juga mengamankan barang bukti lain. Diantaranya ratusan batang kayu pembalakan liar (illegal logging), kendaraan roda dua (kasus narkoba), roda empat, bahan bakar minyak tanah, solar, pupuk dan barang bukti sitaan lainnya.

Barang tersebut dapat diambil kembali, jika pemilik barang sitaan memenangkan sidang. Sebaliknya jika pengadilan memutuskan bahwa barang bukti tersebut jadi milik negara. Maka jaksa sebagai eksekutor bakal melakukan pelelangan atau pemusnahan. “Namun untuk mengusulkan bisa dijual atau dilelang ,harus melalui penilaian dari Rupbasan. Apabila, contohnya tabung gas atau bbm menguap seperti solar, nanti nilainya bisa turun atau tidak layak,” tutupnya. (c/ndi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *