Pengamat: Lima Parpol Berpotensi Berjaya di Pemilu 2024

Politik

KENDARINEWS.COM — kontestasi pemilu 2024 disinyalir akan tersaji seru. Walau pemilu kurang lebih tiga tahun lagi digelar, namun gerilya partai politik di tengah masyarakat mulai menggema. Berbagai kegiatan dihelat yang bersifat kerakyatan semata memberikan sinyal, bahwa partai politik senantiasa hadir untuk masyarakat dalam suasana apapun. Metode tersebut disinyalir cara untuk memikat hati rakyat.

Pengamat politik dari Universitas Halu Oleo Dr. Najib Husain mengatakan, untuk merengkuh kemenangan pada pemilu 2024, partai politik harus melakukan persiapan mulai saat ini. Perihal esensial awal adalah persiapan matang untuk bisa menembus verifikasi KPU sebagai tiket sentral mengikuti pemilihan nanti.

Najib Husain

“Pemilu 2024 berpotensi diikuti banyak partai baru. Hal ini tentu akan memberikan dampak kompetitif bagi partai yang telah berkecimpuh di kancah perpolitikan. Hematnya, semua tergantung pada ramuan strategi masing-masing,” kata Dr. Najib Husain kepada Kendari Pos.

Parameter vital menjadi partai pemenang di pemilu 2024, kata dia, seberapa kuat partai politik memunculkan figur yang akan didorong di pilcaleg mesti memiliki pengaruh besar ditengah masyarakat. Karakter pemilih cenderung menjatuhkan pilihannya bukan faktor nama besar partai, tetapi atas dorongan kecenderungannya terhadap figur yang dimiliki partai tertentu. Misalnya, Golkar punya Ridwan Bae yang notabene mantan Bupati Muna dua periode yang kini aktif di senayan sebagai wakil ketua komisi V DPR RI. Di PDIP ada Lukman Abunawas yang juga mantan Bupati Konawe dua periode yang saat ini menjabat wakil Gubernur Sultra dan Ketua DPD PDIP Sultra. Kemudian Gerindra meski telah kehilangan salah satu tokoh besarnya mendiang Imran, namun muncul Andi Sumangerukka yang didorong sebagai calon Gubernur Sultra. Lalu PAN ada Kerry Saiful Konggoasa dan Abdurrahman Shaleh.

“Kekuatan figur sangat strategis dalam kontestasi pemilihan. Dari status figur yang melekat pada politisi, bermakna tokoh. Dan ini sebuah kekuatan. Dari kekuatan itu merupakan senjata ampuh mempengaruhi masyarakat. Logika sederhananya, kendati partai besar jika tidak memiliki figur berpengaruh di tengah masyarakat, niscaya tidak akan signifikan mendapat simpati rakyat,”beber Dr. Najib.

Doktor jebolan Universitas Gajah Mada (UGM) ini menjelaskan, melihat berbagai pergerakan partai politik saat ini, terdapat lima partai yang berpotensi merajai suara rakyat pada pemilu 2024. Yaitu Golkar, PDIP, Gerindra, PAN, dan Demokrat. Indikatornya adalah mengacu pada beberapa survei nasional yang menyajikan lima partai tersebut mendominasi persaingan elektabilitas. Kemudian, pengalaman pemilu sebelumnya dan pilkada 2020. Termasuk kekuatan figur berpengaruh banyak melekat di lima partai tersebut.

“Kader partai yang sedang menduduki jabatan Bupati maupun wakil Bupati di 17 Kabupaten dan kota juga merupakan modal besar untuk menjadi kampiun di pemilu 2024. Artinya semakin banyak Bupati atau wakil Bupati yang notabene kader partai tertentu, maka berpotensi besar mempengaruhi dan memenangkan suara rakyat,” jelasnya.

Akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Halu Oleo ini menambahkan, figur pada pentas nasional, maka tak dipungkiri yang masih menggaung di publik adalah Prabowo Subianto (Ketua DPP Gerindra) dan Joko Widodo (Kader PDIP). Disusul Airlangga Hartanto (Ketua DPP Golkar), Agus Harimurti (Ketua DPP Demokrat) dan Zulkifli Hasan (Ketua DPP PAN). Nama-nama mereka bisa menjadi jualan politik untuk mempengaruhi masyarakat. Disatu sisi terdapat beberapa partai politik mencoba memunculkan generasi millenial. Misalnya PKB, Partai Berkarya, PSI dan lain-lain. Hal ini sebuah corak kaderisasi politik dalam tubuh partai.

“Seperti apa dampak kehadiran para generasi millenial itu dalam pucuk pimpinan partai, kita tunggu hasil pertarungan pemilu 2024,” tandas Dr. Najib Husain. (ali).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *