Ayah dan Anak di Konawe Tewas Disambar Petir Saat Berteduh di Rumah Sawah

KENDARINEWS.COM — Nasib naas menimpa Molaya (59) dan Boby (30), warga kelurahan Mataiwoi kecamatan Tongauna, Konawe. Keduanya meregang nyawa saat hendak mengangkut gabah hasil panen diwaktu hujan deras mengguyur Konawe, Jumat (1/10) sekira pukul 16.00 Wita. Maksud hati berteduh sejenak di sebuah gubuk pada lahan persawahan, petir tiba-tiba menyambar dan menyebabkan kedua korban yang tak lain ayah dan anak kandung tersebut tewas ditempat.

Insiden tersebut dibenarkan Kapolres Konawe AKBP Wasis Santoso SIK, Jumat (1/10). Ia mengatakan, kronologis kejadian naas tersebut berawal ketika korban sedang mengangkut gabah hasil panennya menggunakan traktor miliknya. Saat turun hujan disertai petir, kedua korban langsung beristirahat sejenak di rumah sawah (gubuk) milik salah seorang warga setempat bernama Made Rame.

Jasad Molaya dan Boby, warga kelurahan Mataiwoi kecamatan Tongauna yang tewas tersambar petir saat berada di sawah, Jumat (1/10). Foto: Adi Hidayat/Kendari News

“Tiba-tiba petir menyambar kedua korban tersebut dan mengakibatkan ayah dan anak itu meninggal dunia. Seorang saksi bernama Sumardin menemukan kedua korban sudah tergeletak di tanah dengan kondisi tubuh lebam di bagian kepala dan paha sebelah kanan,” ujar AKBP Wasis Santoso.

AKBP Wasis menambahkan, Sumardin merupakan saksi yang mengetahui saat kedua korban melakukan aktivitas muat gabah. Saksi tersebut tidak melihat langsung kejadian naas itu. Namun awalnya, mereka bersama di lokasi persawahan. Saat hujan turun saksi dan kedua korban langsung berpisah.

“Saksi pulang ke rumahnya di kelurahan Mataiwoi, sedangkan kedua korban tetap berteduh di gubuk. Pihak keluarga maupun pemerintah setempat menolak dilakukan otopsi. Rencananya, pemakaman akan dilaksanakan hari Sabtu (2/10) atas kesepakatan pihak keluarga,” beber Kapolres Konawe itu. (adi).

Tinggalkan Balasan