HIPTI Stimulasi Ekonomi Sultra

Nasional


KENDARINEWS.COM — Sultra memiliki kekayaan sumber daya alam (SDA) yang cukup besar. Namun, pemanfatannya belum optimal untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat. Peluang tersebut memantik semangat Himpunan Pengusaha Tolaki Indonesia (HIPTI) Sultra agar SDA lokal bisa terakomodir untuk menstimulasi bangkitnya ekonomi daerah Sultra.

Ketua HIPTI Sultra, Rusmin Abdul Gani mengatakan, banyak pengelolaan potensi SDA daerah bukan dalam kendali pengusaha lokal. Sehingga kekuatan perputaran ekonomi tidak berpusat di Sultra. Fenomena ini mestinya menyadarkan para pengusaha daerah agar tidak hanya menjadi penonton, tetapi bersatu dan ikut andil dalam pengelolaan SDA.

“Jika pengusaha lokal bersatu, kita pasti bisa mengelola potensi kekayaan alam Sultra yang melimpah. Baik sektor pertambangan, pertanian, peternakan, kehutanan, dan lain-lain. Muaranya semata untuk kemajuan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat,” kata Rusmin Abdul Gani saat meresmikan kantor dan website HIPMI, Rabu (29/9) kemarin.

Ketua HIPTI Sultra, Rusmin Abdul Gani saat meresmikan kantor dan website HIPMI, Rabu (29/9) kemarin.

Ia mencontohkan tidak sedikit pengusaha dari Jawa Timur membeli lahan di Konawe Selatan untuk proyeksi bisnis. Artinya, Sultra benar-benar berpotensi sebagai ladang bisnis. Dan situasi maraknya pengusaha dari luar daerah, sebagai pelajaran penting agar pengusaha lokal tidak menjadi penonton semata.

“HIPMI sebagai wadah bagi para pengusaha untuk bersinergi. Menghadirkan inovasi dengan memanfaatkan beragam potensi SDA untuk membantu perekonomian masyarakat. Kita kuat karena bersatu,” ujar Rusmin.

Pergerakan HIPMI saat ini, kata dia, telah membuahkan hasil yang signifikan. Salah satunya dipercaya sebagai pembeli atau penampung komoditas porang dengan kontrak sebanyak 2,5 juta ton. Tanaman porang merupakan salah satu komoditas pertanian unggulan yang banyak di ekspor. Nilai ekonomisnya sangat tinggi untuk memberikan surplus bagi para petani.

Selanjutnya, HIPTI juga dipercaya sebagai pembeli komoditi jagung. Petani tidak perlu ragu atau khawatir untuk bertani jagung karena HIPTI siap mengakomodir. “Perjuangan ini untuk menghidupkan semangat dan ekonomi petani jagung. Mereka tidak akan lagi kesulitan menjual kemana hasil panen jagung, karena ada HIPTI yang bersedia membeli,” pinta Rusmin Abdul Gani.

Kemudian, HIPTI juga akan mengembangkan penanaman kayu Balsa. Jenis kayu ini ringan dan keras. Salah satu kegunannya yakni sebagai alat alat olahraga, termasuk bahan baku pesawat. Upaya pembibitan telah dilakukan dengan proyeksi kebutuhan cukup besar. Para petani yang mengembangkan kayu Balsa, HIPMI siap membeli.

Program HIPMI lainnya yakni pembibitan ayam kampung super. Harapannya tidak ada lagi bibit yang didatangkan dari luar Sultra. “Target kedepan, Sultra sudah bisa memproduksi bibit ayam kampung super secara mandiri. Dan tidak lagi bergantung dari luar daerah,” tegasnya.

Pada aspek politik, HIPTI akan ikut andil. Catatannya mendukung calon yang memiliki kesamaan visi dan misi dengan HIPTI. “Jika ada figur satu frekuensi dengan HIPMI, maka akan didukung. Karena tatanan dunia pengusaha sangat erat kaitannya dengan politik,” tutupnya. (ali/b)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *