Warga Meradang, PDAM Ngadat Lagi

Metro Kendari


-Pompa Ulir di Intake Bermasalah

KENDARINEWS.COM — Keluhan terhadap layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Anoa Kendari seakan tak pernah berhenti. Hanya beberapa hari diperbaiki, aliran air dari pipa PDAM kembali ngadat. Pelanggan hanya bisa pasrah dan mengeluh. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, mereka terpaksa harus membeli air tower

Pelanggan air bersih PDAM di jalan Malik Raya, Budi (40) mengaku sudah sepekan lebih air tak mengalir dikediamannya. Akibatnya, ia terpaksa harus menggunakan jasa air tower untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. “Kami juga pelanggan, tidak pernah telat bayar iuran. Harusnya sebanding dengan pelayanan yang diberikan,” keluh Budi kemarin.

Berdasarkan informasi dari petugas pencatat meteran air (karyawan PDAM), mampetnya distribusi air ke pelanggan dikarenakan mesin yang digunakan untuk menyuplai air tersisa satu. Idealnya, mesin yang beroperasi minimal dua atau lebih. Ironisnya, mesih yang digunakan sudah tua dan sering mengalami kerusakan akibat beroperasi tanpa henti. “Kita pelanggan punya hak mendapatkan air bersih,” tandasnya.

Senada diungkapkan pelanggan PDAM di Kelurahan Mataiwoi, Benyamin Bitikaka. Menurutnya, pelayanan perusahaan plat merah ini jauh dari kata puas. Sebab kondisi ini sudah berlangsung bertahun-tahun. Di sisi lain, kualitas air PDAM tidak memuaskan. Terkadang airnya berwarna kecoklatan. Ia menduga tidak melalui penyaringan. Makanya, ia terpaksa membeli air tower. Sebulan sampai tiga kali pembelian. Sekali beli, merogoh kocek Rp 50 ribu. Totalnya sebulan jadi Rp 150 ribu.

“Kami sempat telepon bagian pelayanan, alasannya jalanan di belakang rumah jabatan Gubernur dalam perbaikan dan pipa induk PDAM sempat dibongkar. Alasan lainnya longsor dan lain-lain. Kami telepon lagi, jawabnya yah sabar mungkin beberapa hari lagi,” keluhnya, kemarin.

Terpisah Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir tak menampik jika layanan air bersih diotoritanya masih jauh dari harapan. Ia mengaku, PDAM Kendari saat ini sedang sakit keras karena sarana dan prasarana infrastuktur penyediaan air bersih sudah tidak layak untuk beroperasi. Mulai dari instalasi, intake, dan mesin yang sudah tua sehingga pengelolaan air bersih belum maksimal.

“Kami terus upayakan layanan PDAM bisa memenuhi tuntutan masyarakat. Saat ini kami sedang berusaha membangun SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) di Desa Tabanggele, Konawe. Kita masih tunggu ijin dari pemda setempat. Jika sudah tuntas akan segera kita bangun. Jika SPAM-nya sudah ada, kami pastikan pelayanan air bersih bisa normal kembali,” kata Sulkarnain Kadir.

Direktur Utama PDAM Tirta Anoa Kendari, Damin meminta kepada masyarakat bersabar. Dirinya memohon maaf kepada seluruh pelanggan PDAM Tirta Anoa Kendari jika pelayanan kurang maksimal. Salah satu penyebabnya, sempat terjadi masalah pada pompa ulir atau screw pump di Intake, sungai Pohara saat musim hujan.

“Beberapa waktu lalu tekanan air cukup besar, kerja pompa jadi berat karena posisi air naik. Karena pompa screw pump ini mengalami tekanan cukup berat, jam kerja pompa kami batasi. Pembatasan terpaksa dilakukan karena menjaga agar pompa air baku ini tidak rusak. Jika rusak, tidak ada lagi pompa yang kami andalkan. Saat ini, screw pump untuk memompa air baku dari sungai ke bak atau penampungan hanya satu yang tersedia. Sementara untuk pompa tekan, yang mengalirkan dari bak ke pelanggan ada dua,” jelasnya. (b/ndi/ags)

Penyebab Layanan PDAM Ngadat
-Mesin Pompa Ulir di Intake Bermasalah
-Hujan Menyebabkan Tekanan Air Besar
-Sarana dan Prasarana Infrastruktur Sudah Tua
-Mesin Pompa yang Beroperasi Tinggal Satu
-Idealnya, Minimal 2 Mesin Pompa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *