BNNK Kendari Edukasi Keluarga Dengan Pengetahuan Bahaya Narkoba

Metro Kendari

KENDARINEWS.COM — BNN Kota Kendari terus menyelenggarakan program kegiatan untuk mencegah bahaya narkoba di masyarakat. Salah satunya menfasilitasi Pelaksanaan Program Ketahanan Keluarga Anti Narkoba dengan tema “Keluarga Tangguh Narkoba Menjauh”. Kegiatan ini dilakukan selama 4 kali pertemuan pada sebuah Hotel di Kendari, dengan melibatkan 20 peserta.Mereka terdiri dari 10 keluarga yang berdomisili di salah satu kelurahan bersinar, Kelurahan Kampung Salo.

Keluarga tersebut terdiri dari 10 Ibu/Ayah dan 10 anaknya yang berusia 13 sampai dengan 14 tahun. Pelaksanaan kegiatan ini sesi 4 sekaligus penutupan, yang berlangsung hari Selasa (28/09).

Turut hadir Lurah Kampung Salo, Budi Utomo, S.Pi, M.Si. Kepala BNN Kota Kendari, Dra. Murniaty M, MPH, Apt, selaku Kepala BNN Kota Kendari mengatakan bahwa program ketahanan keluarga anti narkoba, salah satu bentuknya adalah intervensi keterampilan hidup keluarga anti narkoba.

Kepala BNNK Kendari sedang memberi pengarahan kepada peserta
kegiatan,tentang bahaya Narkoba dalam keluarga

Kegiatan ini ym dilaksanakan sesuai dengan dimensi dan indikator ketahanan keluarga anti narkoba. “Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong semua anggota keluarga yang terdiri dari orangtua dan anak, untuk meningkatkan kualitas keterampilan hidup anggota keluarga tentang keterampilan pola pengasuhan orangtua, keterampilan hidup anak terkait bahaya narkoba serta penerapan pola hidup sehat dalam keluarga,” terangnya.

Sub Koordinator Seksi Pencegahan & Pemberdayaan Masyarakat, BNN Kota Kendari, sekaligus sebagai fasilitator, Nur Adnan Aga, SKM, M.Kes,menjelaskan selama 4 pertemuan, orangtua mempelajari keterampilan memahami anak. Yakni :(mengenal perkembangan, mendengarkan dan memberikan penghargaan), memahami diri (tantangan, stres, cara mengatasi stress, membantu mengatasi stress anak), mengubah perilaku dan mengurangi perilaku agresif. Sedangkan pada sesi anak mempelajari tentang mengembangkan kualitas diri, menangani stress, tekanan teman sebaya dan teman-teman. “Pada setiap sesi juga menghadirkan narasumber/praktisi bidang psikologi dan spiritual yang memberikan penguatan kepada masingmasing sesi orangtua dan sesi anak,” sambung Adnan.

Keterlibatan keluarga merupakan dukungan moril yang dibutuhkan oleh setiap anak. Komunikasi yang baik dan terbuka antara orangtua dengan anggota keluarga adalah faktor perlindungan yang paling handal dalam mencegah anggota keluarga terkena pengaruh buruk bahaya penyalahgunaan narkotika. Pendekatan ini memandang bahwa perilaku seseorang merupakan hasil interaksi dengan anggota keluarga lainnya. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *