Jangan Panik, Ini Tips Pertolongan Pertama Saat Cedera Kepala

KENDARINEWS.COM — Kepala yang kena rudapaksa, kena pukul atau terbentur, mungkin cedera kepala, mungkin kepala tidak apa-apa, mungkin gegar otak. Oleh rudapaksa yang keras mungkin juga otak rusak (sekalipun kepalanya mungkin tidak apa-apa), mungkin suatu barang logam, belahan batu menembus kepa la sampai merusak otak; mungkin juga tulang dasar tengkorak patah. Keadaan ini mungkin terjadi pada waktu kecela kaan lalu lintas, motor, scooter, karena kepala kena pinggir beton atau besi atau aspal, atau pada waktu jatuh dengan kepala kebawah dari pohon, bangunan, dinding, atap, mungkin juga waktu tertimpa benda keras.

Gejala:

Ilustrasi/thinkstock

Pusing, mual, sakit kepala, muntah-muntah. Cedera pada kepala sering mengakibatkan keadaan tidak sadar. Gejala tidak sadar ini kita harus anggap sebagai akibat kerusakan pada otak. Kita mengenal suatu kerusakan pada otak, selain oleh keadaan tidak sadar, oleh karena ada luka yang dalam atau karena ada patahan tulang kepala yang menekan ke dalam otak.

Dokter selalu meminta keterangan mengenai keadaan tidak sadar itu, dan apakah keadaannya penderita tetap demi kian dari semula tanpa ada perubahan. Kita dapat menjawab sebagai berikut: Penderita masih omong jelas dan tetap lengah; atau, ia nanar; atau, ia susah menjawab dan tidak jelas omongannya; atau, ia seperti mau tidur saja; atau, waktu ia dirangsang dengan cubitan ia tidak bereaksi apalagi menja wab; atau, ia tidak sadar dan pernapasannya lemah – tidak kentara lagi; atau, mula-mula ia tidak sadar, lalu ia sadar, dan kemudian ia tidak sadar lagi; atau kaki dan tangan sebelah layu.

Catat pula waktunya, lebih-lebih waktu ternyata suatu perubahan dalam keadaan si penderita. Dari catatan ini da pat dibaca penderita berangsur baik atau bertambah mun dur. Sering kejadian penderita tidak ingat sama sekali kece lakaan itu. Juga kejadian baru atau yang lama sebelum peris tiwa itu ia lupa. Keadaan lupa itu tergantung pada beratnya kerusakan.

Acapkali kelihatan kulit membiru di bawah satu atau ke dua belah matanya. Biasanya ini suatu gejala patah tulang dasar tengkorak.

Perhatian:

Seorang yang cedera pada kepala sebaiknya langsung diperiksa dokter. Sering kejadian seorang pengemudi motor karena merasa segar lagi, sesudah nanar sebentar, meneruskan perjalanannya. Beberapa waktu kemudian ia meninggal. Sebabnya? Waktu kecelakaan pembuluh darah kecil luka dan ia menderita perdarahan ringan. Tetapi karena perdarahan berlangsung, maka darah berangsur-angsur bertambah banyak sehingga tekanan pada otak berangsur-angsur pula bertambah. (Perdarahan di dalam otak sering pula aki bat suatu penyakit).

Pertolongan:

Cedera pada kepala sering mengakibatkan keadaan tidak sa dar. Penderita yang tidak sadar, akibat apa pun, tidak sang gup minta tolong. Menurut penelitian kebanyakan korban kecelakaan lalu lintas yang tidak sadar meninggal akibat ja lan nafas yang tersumbat. Berilah pertolongan segera di tempat, tanpa memindahkan penderita.

Usahakan supaya penderita bernafas leluasa dan jalan nafasnya tidak tersumbat oleh lidah tersurut, muntah atau darah dan sebagainya. Bertindaklah segera; membebaskan jalan nafasnya karena si korban akan meninggal dalam 4 menit saja, jika ia tidak bernafas. Kemudian, lakukan ekstensi kepala. Oleh tindakan ini biasanya penderita akan bernafas lagi. Sementara longgarkan pakaian yang menjepit seperti leher baju, ikat pinggang, kutang.

Jika ternyata bahwa:

Penderita belum bernafas: meningkatlah ke pernafasan buatan mulut ke hidung sampai ia bernafas. Jaga terus supaya pernafasannya tidak terhenti lagi. Gejala jalan nafas yang tersumbat pada umumnya pernafasan mendengkur; telinga dan bibir membiru, mungkin juga mukanya membiru; mulut dan hidung berbuih, atau Penderita bernafas; penderita dimiringkan setengah tertelungkup dengan mukanya miring ke bawah. Kompres dingin kepala penderita. Antar ke rumah sakit dalam sikap setengah tertelungkup. Tunjang kepalanya untuk menghindar kan goncangan, pindahkan ia dengan sangat hati-hati.

Jika ada luka, berilah pertolongan seperti pada luka lain nya yang terdiri dari menghentikan perdarahan dan mencegah infeksi. Hati-hati waktu menghentikan perdarahan, jika terlalu keras menekan untuk menghentikan perdarahan, patahan tulang kepala akan tertekan ke dalam otak.

Larangan memberikan makanan dan minuman melalui mulut kepada penderita yang tidak sadar karena sangat berbahaya. Ia akan mati lemas atau dihinggapi radang paru-paru jika makanan masuk ke jalan nafas.

Biasanya penderita ditahan untuk perawatan di rumah sakit. Ia harus beristirahat supaya pekerjaan otaknya pulih. Penderita harus menaati perintah dokter demi keselamatan nya. Jika tidak, ia akan merana terus dan sakit kepala akan senantiasa timbul lagi.

Sumber : Rassat Sjofjan. Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan. Penerbit Djambatan

Tinggalkan Balasan