Tips Agar Anak Gemar Membaca

KENDARINEWS.COM — Mengenalkan buku pada anak merupakan tanggung jawab orang dewasa, khususnya orang tua dan para pendidik. Mengapa? Karena anak-anak tidak akan mencari bacaan atas keinginan sendiri. Sering ini terjadi karena anak belum mengerti manfaat membaca buku atau juga karena tidak ada teladan dari orang dewasa. Namun jika orang dewasa berhasil memberi dorongan dan pengertian tentang pentingnya membaca buku, maka anak akan tertarik dan mulai mencari buku.Alasan lain kenapa anak tidak menginginkan buku adalah harga buku sering tidak tersangka oleh uang saku anak. olehnya agar anak mencintai buku dan memiliki minat baca, maka orang dewasa harus memberi keteladanan dan membantu penyediaan bacaan bagi mereka.

Ilustrasi

        Berbagai upaya yang bisa dilakukan orangtua agar anaknya ya gemar membaca, mencakup hal berikut:

1. Kenalkan Buku Sejak Dini

Buku cerita yang cocok untuk anak adalah yang memiliki banyak gambar dengan tulisan yang sedikit. Gambar yang berwarna akan lebih menarik daripada gambar yang hitam putih. Biarkan anak memilih sendiri buku yang ingin dibacanya, sehingga ia lebih antusias dalam membaca.

2. Bacakan Buku Cerita Dengan Menarik

                Dalam membaca cerita, usahakan sehidup mungkin sehingga anak dapat merasa seolah-olah berada di dalam  cerita tersebut. Atur nada suara dan bumbui dengan  gerakan-gerakan tubuh yang berekspresi untuk membangun suasana yang hidup. Bahkan bayi pun dapat menikmati buku yang dibacakan, yaitu dari irama suara dan kehangatan tubuh pembaca yang memangkunya.

3.Buku-buku dan Anak

       Pada usia ini anak masih dalam tahap mendengarkan sambil melihat (gambar). Mainkanlah buku-buku tersebut dengan membuka dan menutupnya. Biasakan membaca suatu cerita dalam tempo yang tidak terlalu lama tetapi dilakukan beberapa kali setiap hari. Menjelang tidur selalu menjadi waktu yang terbaik, tetapi orangtua juga bisa membacakannya pada waktu atau tempat yang lain.

4. Berbicara dan Mendengarkan       

                Para ilmuwan telah mempelajari bahwa otak lebih dahulu merespons semua yang didengar. Karena bayi memiliki rasa ingin mendengarkan yang tinggi. Mereka juga membaca mimik muka dan gerakan orangtua. Untuk itulah sangat diperlukan mengajaknya berbicara, menyanyi, tersenyum, dan membuat gerakan-gerakan yang membuat ia senang.

Aspek-Aspek Yang Mempengaruhi Anak Gemar Membaca

Anak-anak yang mempunyai kelemahan membaca dapat menyebabkan tidak berhasilnya dalam hal belajar. Orangtua harus tahu bahwa mengamati perkembangan anaknya terutama jika si anak mempunyai kelemahan dalam membaca. Aspek-aspek yang merupakan penyebab kelemahan membaca  pada anak, antara lain:

a. Kelemahan yang sumber pada aspek biologis dan psikologis, yaitu: kelemahan pada auditori yaitu pendengaran  yang kurang normal. Anak tidak dapat mengenali atau mengetahui sesuatu melalui pendengarannya. Orangtua harus tanggap jika anaknya mempunyai kelemahan ini, karena kelemahan auditori dapat mempengaruhi ingatan atau memorinya untuk mendapatkan informasi lemah. Kemampuan mengenali atau merasakan irama dan suara kurang, dalam masalah pemprosesan informasi auditori lambat l serta kurang cepat menanggapi sesuatu yang didengar.,

6. Kelemahan membaca karena menderita ADHD (Attenyion Deficit Hyperactivity Disoder) yaitu anak yang tidak dapat duduk diam dalam waktu yang cukup lama atau tidak dapat berkonsentrasi dengan baik. Hal ini disebabkan karena kurang perhatian.

C. Kelemahan membaca yang bersifat bahasa yaitu berupa

kerusakan dalam sistem pemprosesan bahasa. Gejala yang tampak adalah:

1. Keterlambatan perkembangan bahasa, contohnya anak yang sudah berumur 4 tahun tetapi hanya dapa berucap satu kata.

2, Tidak mampu mengucapkan bunyi atau urutan bunyi dengan baik yang seharusnya dilihat dari _ usia umumnya sudah bisa.

d. Kelemahan membaca yang disebabkan oleh faktor bagian fisik yang berkaitan dengan pengiihatan yang juga menyebabkan kelemahan dalam membaca, kelemahan tersebut dapat berupa:

1. Hilangnya atau salah satu dari pengilihatan atau karena ketidakseimbangan mata.

2. Katarak adalah kelemahan yang berupa tertutupnya lensa mata di bagian dalam oleh bintik putih sehingga sinar tak dapat sampai kebelakang mata.

e. Kelemahan membaca karena disebabkan oleh pengaruh televisi. Televisi juga berpengaruh sekali pada anak terutama anak prasekolah, karena pada usia ini anak mudah merangsang serta meniru apa yang dia lihat, termasuk apa yang dilihat di televisi. Sebaiknya dirumah jangan menyediakan televisi yang banyak.Anak akan beresiko selalu melihat televisi ketika mereka ingin menontonnya, jadi mereka tidak terdorong untuk mencari hiburan lain, termasuk membaca. Jangan menyediakan televisi di kamar anak-anak, sebab anak-anak akan tertidur karena acara televisi, bukan karena membaca sebuah buku. Hal ini dapat menghalangi kegiatan membaca.

f Kelemahan membaca karena aspek eksogen adalah hal-hal atau keadaan di luar diri anak yang dapat berpengaruh negatif pada perkembangan anak, khususnya perkembangan pikiran dan kepribadian.

Kelemahan karena aspek eksogen dibagi tiga, yaitu:

1.Keluarga

                Keluarga memiliki  peran yang sangat besar dalam membantu mengembangkan minat baca anak.

Keluarga yang tidak menciptakan atau ikut berperan dalam menyediakan sarana-sarana yang dapat menimbulkan minat atau gairah membaca anak dan menciptakan suasana yang harmonis, karena jika tidak anak akan menderita ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disoder)

2 Sekolah

        Seorang guru harus memberi perhatian secara keseluruhan dan bergaul dengan semua  anak didiknya yang mempunyai keterlambatan terutama dalam hal membaca, Agar tumbuh rasa minat baca anak, guru harus memancing anak didiknya dengan membuat slogan-slogan di lingkungan sekolah, atau membuat permainan kartu (permainan bahasa), yang terpenting menyediakan buku- buku cerita yang sesuai dengan usia anak prasekolah, Apabila guru Taman Kanak-Kanak tidak memenuhi sarana di atas, maka akan berdampak buruk bagi perkembangan anak terutama perkembangan bahasa untuk menumbuhkan gemar membaca.

3. Lingkungan

     Lingkungan mempunyai pengaruh dan berperan penting terhadap perkembangan kemampuan membaca anak. Oleh sebab itu lingkungan masyarakat menciptakan budaya cinta membaca. Maka anak akan terpengaruh dan meniru sesuai apa yang dia lihat. Lingkungan masyarakat yang baik adalah lingkungan yang selalu menciptakan rasa aman dan selalu berinteraksi dan bekerja sama dalam menyediakan sarana taman bacaan anak dan menyediakan buku sesuai dengan usia anak sehingga akan mendorong dan menguatkan faktor perkembangan anak yang dapat menunjang belajar.

Kegiatan-kegiatan Yang Membantu Anak Rajin  Membaca

    Dari satu kegiatan ke kegiatan berikutnya, para ahli  biasanya membagi ke dalam tingkatan yang berbeda-beda.  Bahwa setiap anak mempunyai daya tangkap yang sama terhadap apa yang dipelajarinya. Usahakan agar anak dapat menyelesaikan suatu pelajaran sesuai dengan usia mereka.

Orangtua sebaiknya memberikan arahan buku bacaan terbaik yang dapat dibaca sesuai dengan perkembangan usianya. Ketika bertambah besar, biarkanlah anak mencari bahan bacaannya sendiri sesuai dengan minatnya. Jangan terburu ingin melihat anak mampu membaca dengan memberikan bantuan sebanyak mungkin. Karena proses belajar mengajar dengan anak merupakan hal yang jauh lebih penting.

Model Orangtua

Orangtua harus menjadi contoh yang baik. Bila orangtua gemar membaca, menyediakan bacaan yang memadai dan mengatur suasana rumah yang mendukung untuk membaca, maka niscaya anak akan ikut gemar membaca.

Setiap anak sudah menjadi pembaca sejak ia lahir. Ketika orangtua berbicara dengannya, atau bernyanyi untuknya, secara otomatis bayi akan merespon semua suara yang masuk.

Semua ini sebenarnya sudah merupakan dasar-dasar tindakan mengajari anak menjadi seorang pembaca yang baik. Setelahmelampaui tahap ““membaca” suara, mimik, dan gerak Orang tua serta lingkungan sekitar, anak kemudian belajar menirukan suara, gerak, mimik, serta merespon semua pengetahua, itu sesuai dengan kemampuannya. Tahap ini orangtua juga belajar mendengarkan, dan mencoba mengerti apa Yang dimaksud sang bayi, kemudian mencoba menjawab atau mencoba merespons apa yang dibicarakan oleh anaknya. Secara otomatis, anak lalu kembali belajar mendengarkan, menjawab, dan merespons apa yang dilakukan oleh orangtua. Pada tahap ini orangtua mengajarkan mendengar, membaca dan menulis pada anaknya. Dalam membantu anak belajar, orangtua dapat melakukan tindakan-tindakan sebagai berkut:

1.  Berbicara dan mendengar keluhan anak.

2. Membaca bersama.

3. Membantu anak belajar tentang buku-buku dan gambar-gambar.

4. Membantu anak belajar membaca.

5, Mengajak anak menulis.

6. Menyiapkan mereka sukses di sekolah.

Bagaimanapun, membaca adalah awal segalanya. Sebaga! orangtua, hal yang dapat dilakukan adalah mengajari anak membaca sejak dini dan sesering mungkin. Membaca adalah gerbang sukses menuju bangku tingkatan pendidikan selanjut hya maupun masa depan anak. Jika anak mulai mencintal buku, dia secara otomatis akan mencintai ilmu. Seorang anak akan Menjadi pembaca melalui beberapa tahapan. Biasanya mereka sudah dapat membaca sendiri pada usia 6 atau 7 tahun.(KN/sumber buku Cara Efektif Memahami Perilaku Anak Usia Dini oleh Drs Suryadi)  

Tinggalkan Balasan