“Terbang” dari Kendari Cukup Swab Antigen

Metro Kendari

KENDARINEWS.COM — Kasus pandemi Covid-19 di Kota Kendari melandai. Level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) juga turun, dari level tiga menjadi dua. Kondisi itu memengaruhi regulasi penerbangan menggunakan moda transportasi udara (pesawat). Kini calon penumpang cukup menunjukkan hasil negatif swab antigen 1×24 jam untuk melakukan penerebangan dari Kendari menuju daerah lain di Indonesia.

Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir mengatakan, kebijakan itu sudah diatur dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor : 44 Tahun 2021 tentang PPKM level 4, 3, 2, dan level 1 tentang PPKM di Sumatera, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua, bahwa syarat menunjukkan sertifikat vaksin dan hasil negatif Tes Polymerase Chain Reaction (PCR) hanya berlaku untuk wilayah PPKM level 4 dan 3.

“Itu artinya, untuk daerah yang PPKM level 2 (Kota Kendari) itu kunjungan (berangkat) tidak lagi menggunakan PCR, tapi syaratnya cukup dengan antigen minimal 1×24 jam. Jadi itu salah satu (syarat)-nya,” ungkap Sulkarnain Kadir, kemarin.

Salah satu warga metro saat memjalani swab antigen. Kini hasil swab antigen minimal 1 x 24 jam sudah cukup menjadi syarat bepergian keluar daerah menggunakan jasa transportasi udara (pesawat).

Pemkot siap melayani permintaan warga untuk swab antigen. Sebagai bentuk kesiapan, Sulkarnain telah menginstruksikan seluruh fasilitas kesehatan (faskes) di Kota Lulo untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang ingin melakukan pemeriksaan swab antigen. Termasuk meminta faskes memperhatikan biaya swab dengan tetap mematuhi standar yang ditetapkan Kementerian Kesehatan. “Saya sudah instruksikan rumah sakit untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” ujar Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sultra ini.

Suami Sri Lestari ini berharap, relaksasi terhadap kebijakan transportasi angkutan udara ini bisa mendukung pemulihan ekonomi daerah sekaligus memicu masyarakat untuk tetap berdisiplin protokol kesehatan (prokes) dengan harapan level PPKM bisa turun hingga ke level 1.

“Muarannya kan kita ingin terbebas dari pandemi ini. Sehingga kebijakan PPKM itu dikeluarkan. Oleh karena itu, saya minta semua pihak, seluruh stakholeder dan masyarakat untuk patuh terhadap kebijakan pemerintah,” kata Sulkarnain Kadir.

Terpisah, Humas Bandara Haluoleo Nurlansyah membenarkan hal tersebut. Menurutnya, kebijakan penumpang wajib menyertakan hasil tes PCR minimal H-2 dan sertivikat vaksin minimal dosis pertama hanya berlaku bagi penumpang yang akan berangkat dari wilayah PPKM level 4 dan 3. “Semuanya sudah diatur dalam Inmendagri Nomor 44 Tahun 2021,” singkatnya.

Sementara itu, Dani, salah satu warga Baruga mengaku senang mendengar kabar bahwa syarat bepergian menggunakan transportasi udara hanya menggunakan hasil negatif swab antigen. Pasalnya selama ini saat pulang – balik Kendari-Jakarta ia harus merogoh kocek lebih dalam karena harus melakukan tes PCR.

“Duit kami terkuras juga hanya untuk PCR. Apalagi saya rutin pulang pergi Jakarta. Adanya info ini tentu saya sangat senang. Mudah-mudah betul saja diterapkan di Bandara. Sebab terkadang meski ada kebijakasanaan dari pemerintah, petugas tetap saja mempersulit (pakai PCR),” kata Dani. (ags/b)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *