Penurunan Level PPKM Karena Kasus Covid-19 Menurun


KENDARINEWS.COM — Negeri ini sedang “sakit” didera pandemi Covid-19. Ekonomi rakyat terbelenggu. Akibat pandemi Covid-19 aktivitas masyarakat terbatas. Pemerintah menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diyakini menekan angka penyebaran. Pemerintah kembali memperpanjang penerapan PPKM, terhitung kemarin hingga 4 Oktober mendatang.

Meski PPKM berlanjut, beberapa daerah di tanah air mengalami penurunan level PPKM. Salah satunya Kota Kendari yang sebelumnya level 3, kini turun status jadi level 2. Penurunan level PPKM di Kendari menjadi salah satu indikator melandainya kasus penyebaran Covid-19. Di level 2, Kota Kendari tak sendiri. Ada Kabupaten Kolaka, Konawe, Muna, Konsel, Bombana, Wakatobi,
Kolut, Koltim, Konkep, Mubar, Buteng, dan Busel. Sedangkan, PPKM level 1 yakni Kabupaten Buton, Konut, dan Butur. Adapun Kota Baubau, sendirian di level 3.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir menyambut baik kabar menggembirakan dari pemerintah pusat tersebut. Menurutnya, penurunan level PPKM kali ini berkat kerja keras semua pihak mulai dari Satgas penanganan Covid-19, hingga seluruh masyarakat Kota Kendari yang mulai sadar akan pentingnya mematuhi protokol kesehatan (Prokes).

“Kita sudah masuk level 2. Itu berdasarkan Inmendagri (Instruksi Menteri Dalam Negeri) Nomor : 44 Tahun 2021 tentang PPKM. Tentu kita patut berbahagia karena semua doa, ikhtiar, dan kerja keras berhasil mengendalikan wabah ini. Memang tidak instan, tapi kita akan bertahap mengupayakannya,” kata Sulkarnain Kadir, Selasa (21/9) kemarin.

Meski sudah turun level, Wali Kota Sulkarnain mengimbau masyarakat Kendari untuk tetap waspada terhadap Covid-19. Pasalnya, wabah yang menyerang sistem pernapasan itu masih menjadi pandemi di tanah air. Ia menyarankan agar warga Metro Kendari tetap patuh prokes penanganan Covid-19, memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengaku telah menginstruksikan jajarannya agar tetap meningkatkan pengawasan prokes dan penguatan program Testing, Tracing, dan Treatment (3T) serta memasifkan vaksinasi massal. “Jadi selain menerapkan PPKM, beberapa bagian pendukung juga harus kita pertahankan. Karena cara ini terbukti bisa mengendalikan Covid-19,” kata Sulkarnain Kadir.

Terpisah, Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kota Kendari, dr.Algazali Amirullah mengungkapkan penurunan level PPKM di Kota Kendari karena jumlah kasus aktif Covid-19 yang terus menurun. Selasa kemarin, 15 kasus aktif Covid-19 menurun, dari 163 menjadi 148 kasus.

Selain itu, kata Algazali, berdasarkan hasil asesmen Kemenkes, jumlah kasus konfirmasi Covid-19 per 100 ribu penduduk hanya 7,22 persen. Selanjutnya rawat inap hanya 1,24 persen, jumlah pasien meninggal dalam sepekan, tidak ada. Testing (positif rate) per minggu 0,51 persen, tracing (rasio kontak erat/kasus konfirmasi) per minggu, tidak ada. Treatment (penyembuhan) perminggu mencapai 4,79 persen. “Atas dasar itu, pemerintah pusat menetapkan Kota Kendari turun level, dari level 3 menjadi level 2,” cetusnya. (ags/b)

Sembuhlah Negeriku

Dasar
Inmendagri Nomor 44 tahun 2021
Tentang PPKM Level 4,3,2 dan 1 serta mengoptimalkan posko penanganan Covid-19 tingkat desa/kelurahan di Sumatera, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua

-Negeri ini sedang “sakit”, didera pandemi Covid-19
-Ekonomi rakyat terbelenggu
-Akibat pandemi Covid-19 aktivitas masyarakat terbatas
-Pemerintah menerapkan PPKM
-PPKM diyakini menekan angka penyebaran
-Pemerintah kembali memperpanjang penerapan PPKM
-Terhitung kemarin hingga 4 Oktober mendatang.

Turun Level
-Penerapan PPKM menekan angka penularan Covid-19
-Beberapa daerah di tanah air mengalami penurunan level PPKM
-Salah satunya Kota Kendari, sebelumnya level 3, kini jadi level 2
-Begitu pula kab/kota lainnya di Sultra
-Melandainya kasus aktif Covid-19 menjadi harapan negeri ini sembuh dari “sakit”

Klasifikasi Level PPKM di Sultra
-Level 1 : Kab.Buton, Konut, dan Butur
-Level 2 : Kab.Kolaka, Konawe, Muna, Konsel, Bombana, Wakatobi,
Kolut, Koltim, Konkep, Mubar, Buteng, Busel dan Kota Kendari
-Level 3 : Kota Baubau

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir menyambut baik kabar menggembirakan dari pemerintah pusat tersebut. Menurutnya, penurunan level PPKM kali ini berkat kerja keras semua pihak mulai dari Satgas penanganan Covid-19, hingga seluruh masyarakat Kota Kendari yang mulai sadar akan pentingnya mematuhi protokol kesehatan (Prokes).

“Kita sudah masuk level 2. Itu berdasarkan Inmendagri (Instruksi Menteri Dalam Negeri) Nomor : 44 Tahun 2021 tentang PPKM. Tentu kita patut berbahagia karena semua doa, ikhtiar, dan kerja keras berhasil mengendalikan wabah ini. Memang tidak instan, tapi kita akan bertahap mengupayakannya,” kata Sulkarnain Kadir kepada Kendari Pos, Selasa (21/9) kemarin.

Imbau Wali Kota
-Meski PPKM di Kendari turun level, Wali Kota mengimbau masyarakat tetap waspada
-Sebab, pandemi Covid-19 belum berlalu dari tanah air
-Warga Kendari diminta tetap patuh prokes penanganan Covid-19
-Masyarakat mesti menerapklan 5 M:
*Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, dan Mengurangi mobilitas

Hasil Asesmen Kemenkes
-Jumlah kasus konfirmasi Covid-19 per 100 ribu penduduk hanya 7,22 persen
-Rawat inap 1,24 persen
-Jumlah pasien meninggal dalam sepekan, tidak ada
-Testing (positif rate) per minggu 0,51 persen
-Tracing (rasio kontak erat/kasus konfirmasi) per minggu, tidak ada
-Treatment (penyembuhan) perminggu mencapai 4,79 persen
-Atas dasar itu, pemerintah pusat menetapkan Kota Kendari turun level

DATA DIOLAH KENDARI NEWS

Tinggalkan Balasan