Peran Vitamin dan zat Gizi terhadap kesehatan Kulit

Knowledge

KENDARINEWS.COM — Kulit merupakan organ istimewa yang terletak pada sisi terluar dan sebagai organ terbesar pada  tubuh manusia.  Manusia secara sadar selalu mengamati organ ini, baik pada diri sendiri ataupun pada orang lain. Kondisi kulit yang sehat tentunya menunjang rasa percaya diri seseorang.  Kelainan kulit dapat merupakan gambaran dari berbagai macam penyakit yang kadang tidak disadari, baik akibat dari penyakit kencing manis, autoimun, hipotiroid, kolesterol tinggi, dan lain-lain. Tak jarang penyakit kulit terjadi akibat tubuh yang kekurangan vitamin, dan hal ini sering tidak disadari oleh manusia.

Ilustrasi Foto: Istimewa

Umumnya penyakit kulit akibat kekurangan vitamin biasanya tidak berdiri sendiri,  tetapi merupakan bagian dari kekurangan vitamin, mineral dan zat gizi lainnya.

1. Vitamin A

Vitamin A diperlukan oleh tubuh untuk menyokong pertumbuhan dan kesehatan, terutama untuk penglihatan, pemeliharan jaringan dan imunitas tubuh. Pada kulit, vitamin A berperan untuk kesempurnaan fungsi dan struktur sel epitel, karena retinol (vitamin A) berperan dalam perbanyakan dan perkembangan sel epitel pada kulit. Retinol dapat menstimulasi sel epitel basal kulit untuk menghasilkan mukus. Kekurangan vitamin A dapat menyebabkan penekanan produksi dari mucus yang menyebabkan kulit mudah iritasi dan menyebabkan berbagai macam infeksi pada kulit.

Pada kekurangan Vitamin A ringan, gejala yang paling sering terjadi adalah kulit kering (xerosis kutis), adanya kulit bersisik (skuama) dan kulit tampak menebal dengan beberapa bintik-bintik yang biasanya terjadi pada tungkai atas, lengan dan dapat meluas hingga ke bahu, perut, pinggung, bokong, wajah dan leher.

Hal tersebut dapat dicegah dengan mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin A. Vitamin A hanya terdapat pada jaringan hewan dan produknya dan tidak ada pada tumbuhan. Namun banyak tumbuhan yang mengandung pigmen yang disebut karoten dan dapat diubah menjadi vitamin A, sehingga disebut sebgai pro-vitamin A. Bahan makanan yang banyak mengandung vitamin A adalah hati, lemak, hewan, telur, susu, mentega, keju. Sedangkan makanan yang mengandung pro-vitamin A adalah sayuran yang berupa daun seperti bayam, kangkung, wortel, papaya, dan lain-lain.

2. Vitamin B

Golongan vitamin B yang terpenting ialah asaam nikotinat/ vitamin B3 (niasin). Niacin membantu melindungi sel kulit dari kerusakan akibat sinar UV. Hal ini bisa diperoleh baik melalui konsumsi suplemen atau dioleskan sebagai losion.

Kekurangan asam nikotinat menyebabkan penyakit yang disebut dengan pellagra, yang ditandai oleh dermatitis (peradangan pada kulit), diare dan demensia atau berupa gangguan mental berupa depresi, dan apatis, kadang disertai gelisah, dan disorientasi terutama pada waktu malam. Pada permulaan terdapat bercak kemerahan pada bagian tubuh yang terkena matahari, yaitu wajah, bagian punggung tangan, serta bagian luar dari lengan, tungkai, yang memberikan gambaran seperti terbakar matahari (sun-burn). Kemerahan kemudian menghilang dengan meninggalkan warna kecoklatan.

Vitamin B3 bisa ditemukan pada protein hewani seperti daging, unggas, ikan. Beberapa produk tumbuh-tumbuhan seperti kacang-kacangan, polong-polongan, biji-bijian sera roti dan sereal yang diperkaya oleh niasin.  

3. Vitamin C

 Vitamin C atau asam askorbat berperan penting dalam beberapa reaksi biokimiawi, terutama yang melibatkan oksidasi seperti sintesis kolagen, karnitin dan kortikosteroid.  Kekurangan vitamin C akan menurunkan kadar kolagen dalam tubuh, yang berpotensi meimbulkan berbagai masalah pada kulit, seperti ulit kasar. Gejala lain berupa kuku yang rapuh, bergaris putih dan tampak merah.

Asam askorbat siap diserap dari sistem pencernaan dan banyak makanan, seperti jus jeruk, jus lemon. Vitamin C juga terdapat dalam beberapa makanan lain seperti Cabai merah, paprika, papaya, brokoli, jambu merah, tomat dan lain-lain.

4. Protein dan Kalori

Protein merupakan salah satu sumber energi yang penting selain karbohidrat. Protein mengandung 4 kalori per gram. Protein berperan penting dalam membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, membentuk antibodi untuk kekebalan tubuh, sebagai pembentuk enzim dan hormon.

Penyakit akibat kekurangan protein dan kalori dalam waktu lama adalah kwashiorkor  dan marasmus. Gambaran kelainan kulit yang terlihat berupa kulit kering dan gambaran garis kulit lebih jelas dan lebar, kulit menjadi kehitaman dan tampak terkelupas. Pada daerah yang sering terkena geseran terutama tempat yang sering basah oleh keringat, misalnya bokong, lipatan lutut, paha, daerah selangkangan dan pergelangan tangan akan tampak bercak kemerahan yang kemudian akan menjadi kehitaman. Kelainan rambut berupa rambut yang menjadi kehilangan sinarnya yang berkilat, menjadi lurus, warna menjadi pucat atau merah. Kelainan pada selaput lender berupa sariawan. (KN/sumber buku Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin, FK UI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *