Dana Kesiapsiagaan Dianggap Kurang, Dinsos Kendari Usul Penambahan


KENDARINEWS.COM — Musibah banjir dan genangan air di Kota Kendari mulai berkurang. Namun demikian, tidak berarti Pemkot Kendari lengah justru semakin waspada. Pasalnya, musibah bisa datang setiap saat. Terutama mengantisipasi musibah yang sulit diprediksi seperti kebakaran, angin puting beliung dan bencana lainnya.

Kepala Dinsos Kendari, Abdul Rauf mengatakan potensi bencana alam dan bencana sosial di Kota Kendari cukup tinggi. Pada periode Januari-Agustus, sudah terjadi beberapa kali bencana seperti musibah banjir yang terjadi di kawasan Sungai Wanggu, angin puting beliung di Kadia dan beberapa bencana sosial lainnya seperti musibah kebakaran.

Sejauh ini, total warga yang sudah dibantu melalui anggaran kesiapsiagaan mencapai 150 Kepala Keluarga (KK). Rinciannya sebanyak 20 KK korban bencana sosial (kebakaran) dan 80 KK korban bencana alam banjir dan 50 KK korban bencana alam lainnya. Diprediksikan ke depan masih akan bertambah melihat potensi bencana di Kota Lulo.

ABDUL RAUF

Sebagai bentuk antisipasi, Dinsos telah menyiapkan anggaran kesiapsiagaan sekira Rp 500 juta. Kendati demikian, jumlahnya dianggap masih kurang. Tidak sebanding dengan potensi bencana di Kota Lulo. “Kami harap anggaran kesiapsiagaan ditambah jumlahnya supaya bisa memudahkan pemerintah membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan karena tertimpa musibah. Jika terealisasi kami pastikan masyarakat bisa terlayani dengan baik. Saat bencana bantuan sekecil apapun sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” kata Abdul Rauf kemarin.

Terpisah, Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir menyambut baik usulan dari Dinsos. Menurutnya, kesiapan anggaran yang cukup dalam menghadapi bencana sangat penting agar mempercepat penanganan bencana. Hanya saja, kondisi keuangan daerah saat ini tidak memungkinkan untuk dilakukan penambahan dikarena adanya recofusing APBD.

“Kita akan terus upayakan. Mudah-mudahan kedepan bisa kita porsikan lebih tinggi lagi. Anggaran ini kan untuk masyarakat dan aman dipakai hanya pada saat bencana. Kami akan prioritaskan,” kata Sulkarnain Kadir. (b/ags)

Tinggalkan Balasan