Pelaku Pembacokan Mengaku Sakit Hati Harga Dirinya Dilecehkan

Sakit Hati, Seorang Sopir Perusahaan Bacok Atasannya

KENDARINEWS.COM — Jefri (43) harus merenggang nyawa. Warga Kelurahan Punggaloba Kecamatan Kendari Barat Kota Kendari tewas dibacok bawahannya bernama Sadam (29). Persoalannya hanya karena sakit hati. Sebagai atasan, korban tak hanya menegur namun juga telah menginjak-injak harga diri pelaku. Dengan amarah yang memuncak, warga desa Toluwonua Kecamatan Mowila Konawe Selatan (Konsel) ini menikam Jefri menggunakan sebilah badik.

Sadam terlihat duduk meratapi tubuh rekannya yang sudah tak bernyawa dengan kondisi bersimbah darah di TKP, parkiran kendaraan PT DLA Desa Morosi, Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Jumat (21/5).

Kasatreskrim Polres Konawe, AKP Jacub Kamaru mengungkapkan kejadiannya di tempat parkir kendaraan sebuah perusahaan Smelter di Desa Morosi Kecamatan Morosi, Jumat (21/5) sekitar pukul 08.40 Wita. Diketahui, korban merupakan pengawas di perusahaan tersebut. Sementara pelaku sebagai sopir di perusahaan.

Kasus ini berawal saat mobil yang menjadi tanggung jawab pelaku mengalami kerusakan. Saat hendak diperbaiki, pelaku menggunakan mobil dari unit lain yang bukan unitnya. Perbuatan pelaku tanpa berkoordinasi kepada pengawas dan kepala pengawas perusahaan. Berdasarkan keterangan perusahaan, hal tersebut melanggar.

“Selanjutnya kepala pengawas dalam hal ini korban, langsung memanggil pelaku lewat telepon. Saat itu pelaku diminta oleh korban untuk segera menghadap. Setibanya bertemu korban di areal parkiran, pelaku diberikan teguran dan dimarahi kepala pengawas (korban). Atas kejadian tersebut pelaku sempat meninggalkan areal parkiran. Namun selang beberapa waktu, pelaku datang kembali dan membacok korban menggunakan badik sampai korban meninggal dunia,” terangnya.

Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengaku sakit hati karena dikatakan tak tahu diri. Tidak hanya menegur, korban mengungkit-ungkit kebaikannya terhadap pelaku. Dengan segala bantuan yang telah diberikan, korban pun berani memaki pelaku. Merasa harga dirinya dilecehkan, pelaku lalu bertindak nekat.

“Saat ini tersangka ditahan di Mako Polres Konawe untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Atas perbuatannya, tersangka disangkakan melanggar pasal 351 ayat 3 KUHP dan 338 KUHP. Ancaman hukumannya paling singkat 17 tahun penjara dan maksimal seumur hidup,” tutupnya.

Sementara itu, Dokter Forensik Rumah Sakit Umum Bhayangkara Kendari, dr Raja Al Fath mengungkapkan dari hasil proses visum. Ditemukan sejumlah luka bekas tikaman senjata tajam pada bagian kepala, wajah dan leher korban. “Usai kejadian tersebut, petugas langsung membawa korban ke rumah sakit Bayangkara. Kami menerima korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. Setelah diterima, kami langsung melakukan visum dan menemukan sejumlah luka yang dialami korban,” pungkasnya. (b/adi/ndi)

Tinggalkan Balasan