Periode Januari-Mei, Polda Sultra Ungkap 229 Kasus Narkoba

HEADLINE NEWS

KENDARINEWS.COM — Penyalagunaan Narkotika di Sultra perlu penanganan serius. Meski diancam pasal berlapis, masih saja ada orang yang nekat mengedar Narkotika. Pasalnya, pengedar dan pengguna tidak memandang status sosial dan profesi. Padahal Narkoba sangat berbahaya baik mental dan kesehatan penggunaanya.

Atas dasar itulah, Polda Sultra memberi perhatian khusus. Dalam upaya memerangi peradaran Narkoba, Polda turut menggandengan berbagai lembaga dan masyarakat. Salah satunya, Badan Narkotika Nasional (BNN). Sepanjang periode Januari hingga 19 Mei 2021, Polisi berhasil mengungkap sebanyak 229 kasus pengedaran Narkoba. Selain itu, kepolisian turut menjerat 274 tersangka.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sultra, Kombes Pol Muhammad Eka Faturrahman (dua kiri) saat menunjukkan hasil pengungkapan kasus peredaran narkoba jenis ganja di Mapolda Sultra.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sultra, Kombes Pol Muhammad Eka Faturrahman mengungkapkan pihaknya berhasil mengamankan ribuan gram barang bukti narkotika dari ratusan kasus yang ditangani. Barang bukti yang berhasil diamankan polisi dari tangan para pelaku diantaranya 5.201,02 gram sabu, 72,11 gram ganja dan tembakau gorila 23,35 gram.

“Seluruh barang bukti tersebut merupakan hasil pengungkapan kasus yang dilakukan Ditresnarkoba serta Satresnarkoba Polres jajaran di wilayah hukum Polda Sultra. Narkoba jenis sabu, masih berada pada kasus dengan tren paling tertinggi. Kami sudah lakukan upaya-upaya penindakan kepada pelaku narkotika,” ungkapnya kemarin.

Merebaknya Covid 19 di Sultra kata dia, tidak meyurutkan niat para pengedar narkoba. Hal ini juga berbanding lurus dengan semangat aparat kepolisian, khususnya Direktorat Reserse Narkoba Polda Sultra dan Satresnarkoba jajaran untuk memberantas dan mematahkan peredaran narkoba.

“Kita juga mengapresiasi seluruh lembaga terkait dan masyarat sudah terlibat aktif dalam pemberantasan narkoba. Terbukti penangkapan para tersangka, didominasi berawal dari laporan masyarakat bahwa sering terjadi peredaran narkotika di wilayahnya. Atas informasi tersebut, kami langsung melakukan penyelidikan,” ujarnya.

Eka menghimbau kepada masyarakat jangan tergiur dengan bisnis narkoba apapun bentuknya. Baik menjadi bandar, pengedar ataupun sekedar menjadi kurir. Bahaya narkoba adalah tanggung jawab kita bersama, tidak cukup hanya diserahkan kepada aparat penegak hukum. “Kepada seluruh masyarakat turut membantu aparat dalam memberantas narkoba. Laporkan kepada petugas berwajib jika ada di wilayahnya yang diduga menyalahgunakan narkoba,” pintanya.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sutra, Brigjen Pol Sabaruddin Ginting menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (war on drugs). Sehingga dapat mewujudkan generasi emas tanpa narkoba.

“Mari seluruh elemen masyarakat yang ada di Provinsi Sulawesi Tenggara untuk memerangi narkoba. Perang melawan narkoba tidak cukup dari pihak BNN atau Polri saja tetapi juga diperlukan dukungan pemerintah dan masyarakat dengan harapan Sultra bersih dari penyalahgunaan narkoba,” ajaknya.

Saat ini, pihaknya gencar mensosialisasi Program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Semua demi mewujudkan Sultra Bersinar, bersih dan hidup sehat tanpa narkoba. “Untuk masyarat atau ada keluarganya juga temannya yang sudah terlanjur terpapar narkoba, silahkan laporkan kepada kantor BNN terdekat, kami memberikan kesempatan warga yang telah terlanjur terpapar narkoba, rahabilitasi secara gratis. Tujuannya memutus mata rantai antara pemakai dan pengedar,” pungkasnya. (b/ndi)

Tinggalkan Balasan