Polres Baubau Bongkar Sindikat Narkoba Jaringan Lapas Kendari

KENDARINEWS.COM — Sindikat peredaran Narkoba yang beraksi di Baubau dan sekitarnya berhasil diungkap tim gabungan Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Baubau dan Polsek Wolio. Dua orang terduga tersangka bandar dan kurir narkoba berinsial LMS alias NW (34) dan SE (28). Namun saat penangkapan SE meninggal dunia.

“Saat hendak dibawa ke Mapolres, tersangka SE pingsan. Anggota Satresnarkoba mencoba melakukan pertolongan dengan membawanya ke RS Murhum. Tetapi tidak tertolong lagi,” kata Kapolres Baubau, AKBP Zainal Rio Chandra Tangkari. Atas kejadian itu, pihaknya langsung melakukan visum. Dari hasil visum, et repertum luar didapati luka lecet. Untuk penyebap kematian tidak dapat ditentukan kecuali dengan melaksanakan beda mayat. “Tapi kalau untuk fisik atau tanda-tanda fisik dari luar tidak ada luka yang mematikan. Artinya hanya luka-luka lecet saja. Ini diduga bekas jatuh dari tersangka saat melarikan diri,” terangnya.

Tersangka SE (almarhum) adalah seorang kurir. SE ditangkap saat didapati keluar dari dalam rumah terduga LMS alias NW. Tapi saat ditangkap untuk diperiksa SE melarikan diri. “Kurang lebih dua sampai tiga kali melarikan diri dari petugas. Akhirnya berhasil diamankan dan didapati satu saset narkotika jenis sabu seberat 1,2 gram di saku celananya. Lalu SE menyebutkan sabu didapat dari LMS,” jelasnya.

Dari pemeriksaan dan penggeledahan di rumah terduga pelaku LMS ditemukan narkotika. Rinciannya, satu paket bungkusan plastik bening kecil berisikan butiran kristal diduga sabu sberat 1,2 gram. Dua paket bungkusan plastik bening kecil berisikan butiran kristal diduga sabu sberat 1,22 gram. Kemudian paket bungkusan plastik bening kecil berisikan butiran kristal diduga sabu sberat 34,68 gram bersama pembungkusnya.

“Ditambah lagi 109 paket saset kecil berisi butiran kristal seberat 73,57 gram dan enam pembungkus permen kopiko berisi butiran krsital seberat 5,06 gram. Barang bukti non narkotika yang juga kita amankan adalag dua bungkus saset kecil kosong, satu paket botol akua, tiga batang pipet sendok sabu, tiga batang korek apai, uang tunai 10,35 juta, timbangan digital, pembungkus roko menthos HP dan lainya,” terang Kapolres.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Baubau, Iptu Silpanus Solo mengatakan status terduga LMS adalah bandar. LMS telah menjalani pekerjaan haram itu selama tiga bulan. “Selama tiga bulan sudah tiga kali juga menjemput barang itu di pelabuhan. Yang dia jemput pertama (narkoba) seberat 220 gram, kedua 150 gram dan ketiga 350 gram yang dia jemput tiga hari yang lalu. Semua (narkoba) itu dari jaringan Lapas Kendari,” tutupnya. (b/ahi)

Tinggalkan Balasan