MAN IC Target Masuk 100 Sekolah Terbaik

BIMTEK ; Suasana Bimtek yang digelar di Aula MAN IC Kendari.

KENDARINEWS.COM — Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Ditjen Pendidikan Islam, terus mencari terobosan demi penguatan kompetensi guru. Utamanya peningkatan kualitas pembelajaran di tengah pandemi covid-19. Untuk itu, digelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Kompetensi Guru (BTPKG), Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia se Indonesia. Giat ini dipusatkan di MAN IC Kota Kendari.

Hadir Kabag Tata Usaha Kanwil Kemenag Sultra, H. Muhammad Basri, Kasubdit Bina Guru dan Tenaga Kependidikan MA/MAK pada Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah, Muchamad Sidik Sisdiyanto, Kabid Pendidikan Madrasah, Muh. Saleh, Kepala Kemenag Kota Kendari dan Kepala MAN IC seluruh Indonesia. Kegiatan ini sebagai ikhtiar mencerdaskan anak bangsa.

Kepala MAN IC Kota Kendari, Dr. Abdul Basit, MM menjelaskan, kegiatan ini sangat positif. Menjadi suntikan semangat bagi guru untuk terus berinovasi dalam pembelajaran di tengah pandemi. “MAN IC se Indonesia ditarget berada di posisi 100 terbaik tahun 2021, dari sekira 20 ribu sekolah tingkat MA/SMA se Indonesia. Sebelumnya 17 MAN IC berada di peringkat seribu terbaik. Olehnya itu, kegiatan ini ada untuk memenuhi harapan tersebut dengan menghadirkan narasumber berkompeten dari lembaga bimbingan belajar,” ungkap Ketua KKM Insan Cendekia Seluruh Indonesia ini, kemarin.

Kasubdit Bina Guru dan Tenaga Kependidikan MA/MAK pada Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah, Muchamad Sidik Sisdiyanto menambahkan, bimtek ini sebagai ikhtiar dan keseriusan, untuk mencerdaskan dan meningkatkan kualitas anak bangsa yang ada di madrasah.

“Mencerdaskan anak bangsa di madrasah butuh tanggung jawab bersama. Makanya, guru tidak hanya melakukan transfer pengetahuan. Tapi juga transfer nilai. Supaya anak didik bisa menjadi moderat, menerima keberagaman, memiliki akhlak dan karakter. Semua itu butuh guru dengan kemampuan intelektual yang baik,” paparnya.

Menurutnya, guru harus betul-betul memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Karena selain sebagai sarana silaturrahmi, juga penguatan kompetensi. “Jadikan ini sebagai kesempatan berharga untuk mengasah dan meningkatkan kemampuan,” harapnya. Disisi lain, Kabag Tata Usaha, H. Muhammad Basri mengingatkan guru supaya jangan pernah berhenti belajar. Belajar dimaksud adalah membaca fenomena yang tersirat dan tersurat. Lanjut dia, tantangan guru masa depan sangat berat.

“Tantangannya yaitu revolusi industri 4.0. Ini berkaitan teknologi digital yang telah berpengaruh dalam kehidupan manusia. Termasuk di dunia pendidikan,” pesannya. (Ilw/b)

Tinggalkan Balasan