Napi Kendalikan Peredaran Narkoba di Baubau

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas II A Baubau, Wahyu Prasetyo mengukapkan adanya Napi yang dapat mengendalikan peredaran narkoba karena pengaruh handphone. “Kami menyadari sepenuhnya bahwa kami belum betul-betul bersih dari handphone. Tetapi kita sudah melakukan upaya-upaya penggeledahan kepada pengujung. Baik badan maupun barang bawaan. Pegawai juga kita geledah dan tidak bisa membawa handphone ketika masuk ke blok tahanan,” bebernya.

Pihaknya memberi sanksi bagi warga binaan yang kedapatan memiliki handphone. Namun penggunaan handphone tetap ada, mereka berani mengambil risiko. Dari pengakuan pelaku, Wahyu mengatakan, pelaku baru kali pertama mengatur pesanan sabu. Pelaku dijerat pasal 114 ayat 1 subsidair pasal 112 ayat 1 dan atau pasal 127 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Ancaman hukuman paling lama 20 tahun penjara. (ahi)

Tinggalkan Balasan