HEADLINE NEWS

2.004 Calon Jemaah Haji Sultra Batal Berangkat


KENDARINEWS.COM — Dua ribuan calon jemaah haji (CJH) Sultra lagi-lagi menelan pil pahit. Untuk kali kedua, mereka batal naik haji. Tahun 2020, sekira 2.004 CJH Sultra batal berhaji karena pandemi Covid-19. Mereka masuk dalam prioritaskan haji tahun 2021 ini. Namun, pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) meniadakan pemberangkatan ibadah haji tahun ini.

Wabah Covid-19 yang belum mereda memaksa pemerintah meniadakan haji 1442 Hijriah/2021 Masehi. Selain itu, pemerintah Arab Saudi hanya menerima 11 negara yang dapat masuk ke Arab Saudi per 30 Mei 2021. Sementara Indonesia tidak termasuk di dalamnya.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Sultra, Fesal Musaad kebijakan peniadaan ibadah haji tahun ini semata-mata untuk melindungi masyarakat khususnya jemaah asal Indonesia dari risiko penularan Covid-19.

“Kebijakan pemerintah sangat tepat. Mohon jemaah tidak kecewa karena tidak berangkat (berhaji) karena pertimbangannya semata-mata demi keselamatan jiwa. Apalagi di masa pandemi Covid-19 menyelamatkan jiwa itu hukumnya wajib. Jiwa itu tidak bisa di recovery (pulihkan),” kata Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Sultra, Fesal Musaad kepada Kendari Pos, Kamis (3/6).

Fesal memastikan dengan kebijakan peniadaan haji tahun ini maka sekira 2.004 jemaah haji Sultra batal berangkat. Fesal meminta CJH Sultra ikhlas menerima kebijakan pemerintah demi keselamatan bersama. “Saya minta kepada masyarakat yang sudah terdaftar sebagai calon haji 2021 bersabar. Tidak perlu berkecil hati. Niat saja itu sudah tercatat sebagai amal ibadah disisi Allah SWT,” kata Fesal.

Kendati dibatalkan, Fesal mengimbau agar jemaah tidak mengajukan pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tahun ini. Pasalnya, uang pelunasan akan digunakan pada musim haji berikutnya. “Sebenarnya masih ada yang belum lunasi. Kalau yang sudah lunas sebaiknya jangan ditarik. Karena dana itu tetap akan kita alihkan pada musim haji tahun depan (1443 Hijriyah / 2022 Masehi). Uangnya aman disimpan pemerintah,” ungkap Fesal.

Fesal mengungkapkan, calon haji Sultra sudah siap diberangkatkan. Sejak pembatalan tahun lalu, Kemenag Sultra sudah melakukan persiapan. Bahkan, seluruh jemaah sudah mengikuti program vaksinasi sebagai salah satu syarat untuk menunaikan rukun Islam kelima itu.

Mantan Kakanwil Kemenag Maluku ini menambahkan, akibat pembatalan ibadah haji menambah jumlah waiting list (daftar tinggu haji) Sultra dari 19 tahun menjadi 20 tahun atau saat ini tercatat sekira 40 ribu jemaah. “Pemberangkatan kita alihkan pada tahun mendatang. Kami harap semua pihak untuk bersabar. Utamnya para jemaah,” kata Fesal.

Anas, salah satu jemaah haji asal Kota Kendari masygul dengan peniadaan ibadah haji tahun ini. Menurutnya, sebenarnya ibadah haji bisa dilakukan asalkan CJH menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. “Kemarin saya dari informasi dari Kemenang kemungkinan besar bisa berangkat. Saya juga sudah ikut manasik baik secara online maupun secara langsung. Saya juga sudah vaksin. Agak kecewa tapi apa boleh buat ini keputusan pemerintah,” ujar Anas.

Sebelumnya, Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas memastikan pemerintah tidak memberangkatkan jemaah haji Indonesia 1442 H/2021 M. Menurutnya, di pandemi Corona Virus Disease-19 (Covid-19) yang melanda dunia, kesehatan, dan keselamatan jiwa jemaah lebih utama dan harus dikedepankan.

“Karena masih pandemi dan demi keselamatan jemaah, pemerintah memutuskan tahun ini tidak memberangkatkan kembali jemaah haji Indonesia,” tegas Menag dalam telekonferensi dengan media di Jakarta, Kamis (3/6) kemarin.

“Saya hari ini (kemarin,red) telah menerbitkan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 660 tahun 2021 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1442 H/2021 M,” sambung Gus Yaqut, sapaan akrabnya.

Menag Gus Yaqut menegaskan, keputusan ini sudah melalui kajian mendalam dan pembatalan keberangkatan jemaah ini berlaku untuk seluruh warga negara Indonesia (WNI) baik dengan kuota haji Indonesia maupun kuota haji lainnya. Jemaah haji, reguler dan haji khusus, yang telah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tahun 1441 H/2020 M, akan menjadi jemaah haji pada penyelenggaraan ibadah haji 1443 H/2022 M.

“Setoran pelunasan Bipih dapat diminta kembali oleh jemaah haji yang bersangkutan. Jadi uang jemaah aman. Dana haji aman. Indonesia juga tidak punya utang atau tagihan yang belum dibayar terkait haji. Info soal tagihan yang belum dibayar itu hoax,” ungkap Menag Gus Yaqut. (ags/b/jpg)

40 Ribu CJH Sultra Masuk Daftar Tunggu

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top