Metro Kendari

Sulkarnain Bantu Warga Terdampak Covid


-1.178 Nelayan Terima BLT

KEDNARINEWS.COM — Wali Kota Kendari, H Sulkarnain Kadir terus menunjukan kepedulian terhadap warganya di masa pandemi covid-19. Baru-baru ini, ia menyalurkan bantuan warga khususnya para nelayan melalui program Bantuan Langsung Tunai (BLT). Berdasarkan data Dinas Perikanan Kota Kendari, terdapat sekira 1.178 nelayan yang beruntung menerima BLT. Setiap nelayan akan menerima bantuan sebesar Rp 300 ribu.

Bantuan ini kata dia, merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat terdampak Covid-19 khususnya para nelayan. Namun diakuinya, bantuan yang diberikan tidak mampu memenuhi kebutuhan warga. Namun setidaknya bisa meringankan beban nelayan apalagi di tengah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir menyerahkan buku tabungan (penyaluran BLT) kepada perwakilan nelayan. Berdasarkan data Dinas Perikanan Kota Kendari, terdapat sekira 1.178 nelayan menerima BLT.

“Kita tahu sendiri di masa pandemi ini banyak sekali saudara-saudara kita yang kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Tak jarang juga warga kita yang belum tersentuh bantuan dari pemerintah. Sehingga kami mengambil kebijakan untuk membantu mereka meskipun di tengah keterbatasani,” kata Sulkarnain Kadir.

Politisi Partai Keadilan Sejahtra (PKS) ini menambahkan, pihaknya masih melakukan pendataan terhadap nelayan yang belum tercover dalam program BLT ini. Ia yakin masih ada beberapa nelayan yang belum mendapatkan bantuan karena luput dari pendataan pemerintah kelurahan terkait.

“Saya sudah instruksikan Dinas Perikanan untuk melakukan pendataan. Saya minta nelayan yang belum dapat dan memang sedang kesulitan itu didata. Saya minta juga para nelayan yang belum terdaftar untuk segera melaporkan diri ke RT/RW, lurah, atau camat. Supaya nanti bisa ditabulasi seluruhnya untuk dapat bantuan,” kata Sulkarnain Kadir.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kendari, Imran Ismail mengaku tengah melakukan pendataan susulan kepada nelayan yang belum tercover dalam program BLT. Sejauh ini, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan kelurahan untuk menginventarisir nelayan yang belum mendapatkan bantuan.

Adapun syarat untuk mendapatkan BLT lanjutnya, wajib menunjukkan identitas diri berupa KTP domisili Kota Kendari, tidak memiliki kapal diatas 3 Gross Tonnage (GT). Selain itu, mereka belum mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah baik bantuan program keluarga harapan (PKH) maupun bantuan sembako, serta wajib memiliki Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan (Kusuka).

“Bagi nelayan yang belum punya kartu bisa langsung segera melapor di lurah masing-masing. Atau melalu penyuluh perikanan yang sudah ada disetiap kelurahan nelayan. Nanti akan didampingi untuk pembuatannya sekaligus didata untuk mendapatkan bantuan,” kata Imran Ismail.

Sekedar informasi, BLT nelayan kali ini hanya diperuntukkan bagi nelayan yang ada di wilayah kecamatan pesisir. Di Kendari, kecamatan pesisir ada lima yakni Kendari, Kendari Barat, Poasia, Kambu, Abeli, dan Kecamatan Nambo. (b/ags)

BLT Khusus Nelayan
-Besaran Anggaran Rp 353 Juta
-Sasaran 1.178 Nelayan
-Tiap Nelayan Terima Rp 300 Ribu

Syarat Terima Bantuan
KTP Domisili Kota Kendari
Tidak Punya Kapal di Atas 3 GT
Belum Terima PKH dan Sembako
Punya Kartu Kusuka

Kendari Dapat Tambahan Kuota Bansos

Kepiawaian Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir melobi pemerintah pusat kembali teruji. Usulan penambahan kuota Bantuan Sosial (Bansos) sembako telah disetujui Kementerian Sosial (Kemensos). Tak tanggung-tanggung, seluruh usulan Pemkot Kendari diakomodir atau 1.439 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Dari 11 kecamatan di Kota Kendari, Nambo menjadi wilayah dengan jumlah penerima bantuan terbanyak yakni 441 KPM. Selebihnya, sekira 998 KPM tersebar di 10 kecamatan lainnya.

Pemberian BSP diharapkan memenuhi kebutuhan sehari-hari warga, terlebih di masa pandemi Covid-19.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir memberi pengarahan di acara penyaluran BLT khusus nelayan.

Menurut Sulkarnain, pemberian BSP merupakan bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat prasejahtera di Kota Lulo. Diakuinya, masih ada warga kurang mampu yang belum tersentuh bantuan pemerintah. “Ini merupakan bentuk ikhtiar kita untuk melindungi masyarakat. Kita patut bersyukur karena pemerintah pusat mengakomodir usulan dari daerah. Bagi masyarakat yang belum tercover tetap bersabar. Karena kami pastikan seluruh warga metro yang kurang mampu akan mendapatkan bantuan dari pemerintah melalui berbagai program yang ada,” kata Sulkarnain Kadir kemarin.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kendari, Abdul Rauf mengatakan jumlah penerima BSP di Kota Kendari dengan tambahan ini menjadi 15.175 KPM. SSetiap KPM akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 200 ribu perbulan yang dikonversi dalam bentuk sembako berupa beras dan telur. Transaksi dilakukan di seluruh E-Waroeng yang tersebar di 11 Kecamatan.

“Kami juga masih berupaya memperjuangkan masyarakat yang belum tersentuh bantuan yang kini jumlahnya masih berkisar 6.124 Kepala Keluarga (KK). Baik melalui program BSP, PKH (Program Keluarga Harapan), BST (Bantuan Sosial Tunai), BLT (Bantuan Langsung Tunai) maupun kedalam program bansos pemerintah lainnya,” kata Abdul Rauf. (b/ags)

Bantuan Sosial Pangan
Data Sebelumnya 13.736 KPM
Penambahan 1.439 KPM
Total 15.175 KPM

Besaran Bantuan Rp 200 Ribu Perbulan
Berupa Bahan Pangan (Beras dan Telur)
Transaksi di E-Waroeng

6.124 KK yang Belum Tercover
Diajukan di PKH, BLT dan BST

Pemkot Siap Salurkan Ribuan Benih Ikan

Masyarakat kecil paling terdampak pandemi Covid-19. Kondisi ekonomi masyarakat pun kian terhimpit akibat penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Beberapa kelompok Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mengalami penurunan omset. Tak ingin warganya kesulitan, Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir berinisiatif berbagi bantuan benih ikan kepada warga terdampak.

“Mudah-mudahan bantuan benihnya bisa menjadi alternatif bagi masyarakat yang mengalami kesulitan di masa pandemi. Saya harap masyarakat yang menerima betul-betul yang dihimpit masalah ekonomi. Mungkin karena usahanya kurang laris karena PPKM, mungkin dirumahkan bagi karyawan atau bahkan yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). Itu kita bantu,” kata Sulkarnain Kadir, kemarin.

Terpisah, Kepala Dinas Perikanan Kendari, Imran Ismail mengatakan setiap tahun menyiapkan ribuan ekor benih ikan air tawar. Benih tersebut akan diberikan kepada masyarakat yang ingin berbudidaya ikan air tawar dengan memanfaatkan pekarangan rumah. Selain itu, benih ikan diperuntukkan bagi warga kesulitan ekonomi atau tidak mampu membelinya (benih).

Tidak hanya BLT, Pemkot turut menyalurkan bantuan benih ikan air tawar untuk dibudidayakan. Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir (kanan) menyerahkan bantuan benih ikan.

“Masyarakat yang butuh benih ikan bisa langsung menghubungi penyuluh perikanan di kantor kecamatan atau di UPTD Balai Benih Ikan Air Tawar (BBIAT) Kendari. Kami siapkan beberapa jenis bibit ikan air tawar seperti ikan koi, lele, nila dan ikan mas,” kata Imran Ismail.

Sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat terdampak Covid-19 khususnya para nelayan, DKP Kota Kendari mengupayakan pengadaan sarana perikanan dan alat tangkap nelayan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Selain karena tidak diporsikan dalam APBD, pengajuan pengadaan sarana perikanan dan alat tangkap dilakukan mengingat pada 2020 kemarin, nelayan tak mendapatkan bantuan.

“Sebenarnya sudah dianggarkan bantuan sarana dan alat tangkap nelayan baik melalui APBD maupun APBN, hanya saja karena recofusing jadi bantuan ditiadakan. Tahun ini kami ajukan kembali. Adapun bantuan yang diajukan ke pusat, meliputi bantuan sarana perikanan seperti perahu, cool box dan bantuan alat tangkap seperti pancing rawai, pancing tuna, jaring, jaket pelampung dan keperluan nelayan lainnya,” kata Imran Ismail.

Terkait nominal usulan, Imran mengaku tidak mencantumkan angka dalam pengajuannya. Sebab bantuan yang diberikan KKP adalah dalam bentuk hibah sehingga tergantung kemampuan KPP. “Semua tergantung pusat, kalau disetujui pasti kami dikonfirmasi kembali apa-apa yang menjadi kebutuhan,” ujarnya.

Jika disetujui pusat, bantuan nantinya akan disalurkan kepada nelayan yang tergabung dalam koperasi usaha bersama (KUB) atau kelompok nelayan lainnya serta bagi mereka yang memiliki kartu pelaku usaha bidang kelautan dan perikanan (Kusuka). Dari 6.989 nelayan di Kendari, sekira 4.000 nelayan memiliki kartu Kusuka. Mereka tersebar diseluruh kecamatan pesisir seperti Kecamatan Kendari, Kendari Barat, Mandonga, Kambu, Poasia, Abeli dan Nambo.

“Bagi nelayan budidaya jangan khawatir. Tahun ini kami juga usul bantuan sarana produksi usaha nelayan (BSPUN) seperti yang pada Februari lalu sempat disalurkan. Bantuan yang dimaksud adalah benih ikan air tawar,” pungkas Imran Ismail. (b/ags)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top