Politik

KENDARINEWS.COM — Kasus kekerasan terhadap anak (KTA) di Kota Kendari kian mengkhawatirkan. Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, (DP3A) Kendari mencatat tahun 2021 periode Januari-Juli terdapat sebayak 16 kasus. Rinciannya, 12 kasus kekerasan seksual, 1 kekerasan fisik, 1 penelantaran, dan 2 kasus kekerasan lainnya.

Menyikapi hal tersebut, DPRD Kendari mengajak DP3A untuk mencari solusi guna mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak dan perempuan. Ketua Komisi III DPRD Kendari La Ode Muhammad Rajab Jinik mengatakan, bentuk kekerasan terhadap anak termasuk perempuan tidak dibenarkan. Karena dampaknya bisa memengaruhi stabilitas kesehatan termasuk psikologi. Juga gangguan mental yang dapat menghambat pada tumbuh kembang serta masa depan anak. “Kita akan coba panggil dinas terkait untuk membicarakan soal ini. Tindak lanjutnya agar bisa merumuskan solusi terbaik. Sehingga angka kekerasan terhadap anak bisa terminimalisir,” kata La Ode Muhammad Rajab, Senin (2/8).

La Ode Muhammad Rajab Jinik Ketua Komisi III DPRD Kendari

Selain itu, kata dia, DPRD akan melakukan evaluasi atas kinerja DP3A Kendari. Seperti apa yang telah dilakukan selama ini dalam upaya menangkal kekerasan terhadap anak dan perempuan. Terpisah, Wali Kota Kendari Sulkarnain mengatakan, kuantitas kasus kekerasan terhadap akan selalu disikapi serius oleh Pemerintah Kota. Ia akan membentuk tim khusus untuk menangani polemik tersebut. “Nantinya tim yang dibentuk akan melakukan upaya pencegahan, seperti penyuluhan untuk menstimulasi kesadaran agar tidak terjadi lagi kekerasan terhadap anak,” kata Sulkarnain. (ali/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top