16 Plt Kasek dari Sembilan Daerah di Sultra Jadi Definitif

KENDARINEWS.COM–Sebanyak 16 Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah SMA, SMK, dan Sekolah Luar Biasa dari sembilan daerah di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) akhirnya menjadi definitif, setelah resmi dilantik oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra, Drs Asrun Lio MHum PhD, Rabu (22/12), bertempat di Aula Kantor Dikbud Sultra.

16 Kepala Sekolah tersebut masing-masing tiga orang berasal dari Kota Kendari, Kabupaten Wakatobi, dan Kabupaten Buton. Selanjutnya dua orang berasal dari Kabupaten Bombana dan masing-masing satu orang berasal dari Kabupaten Konawe Selatan, Kota Baubau, Kabupaten Konawe, Buton Utara, dan Muna Barat.

Dalam acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan kepala sekolah lingkup Dikbud Sultra tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra, Drs Asrun Lio MHum PhD saat membacakan sambutan Gubernur Sultra, H Ali Mazi SH, lebih dulu mengawali dengan ucapan pemberian selamat kepada para kepala sekolah baik Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA), Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMKN) dan Kepala Sekolah Luar Biasa (SLBN), agar kepercayaan dan amanah diberikan dapat dijalankan dengan baik dan penuh rasa tanggung jawab.

Kadikbud Sultra, Drs Asrun Lio MHum PhD mewakili Gubernur Sultra, H Ali Mazi saat melantik sejumlah kepada sekolah, bertempat di Aula Dikbud Sultra, Rabu (22/12).

“Kami ingin menyampaikan bahwa mutasi dan promosi maupun pengukuhan kepala sekolah kali ini, merupakan hal penting demi terwujudnya kualitas dan mutu pendidikan yang lebih baik di masa mendatang. Oleh karena itu, penempatan ini merupakan perwujudan dari pada perhitungan konkrit tentang kapasitas pejabat yang di angkat dan dipromosi, dan telah sesuai dengan hasil evaluasi dilakukan, sehinga tidak diragukan lagi bisa melaksanakan tugas dengan baik dan diharapkan hasilnya juga lebih baik pula,” ucap Lulusan S3 The Australian National University Canberra ini.

Akademisi asal Moronene Bombana mengingatkan, seperti sering disampaiakan bahwa mutasi, promosi, maupun pengukuhan bukan hal yang luarbiasa, namun merupakan hal yang mungkin dan kapan saja bisa terjadi sesuai kebutuhan formasi atau kebutuhan organisasi yang ada. Ini semua merupakan tujuan dan pada hakikatnya bagaimana menciptakan kualitas yang memadai dalam setiap elemen pembangunan dan termasuk didalamnya membangun masyarakat Bumi Anoa Sultra kedepan lebih cerdas dan mampu menciptakan Sumber Daya Manusia, sekaligus mengisi pembangunan secara menyeluruh dalam tatanan kehidupan dimasa mendatang.

Sebagai abdi masyarakat, masih orang nomor satu di jajaran Dikbud Sultra ini, para kepala sekolah harus mau di pindah ke sekolah lain tanpa syarat, sebab tugas utama guru adalah mengabdi kepada masyarakat dengan meningkatkan kualitas-kualitas pendidikan.

Apalagi saat ini, instansi terkait telah melakukan penataan guru di setiap sekolah. Sekolah yang kekurangan guru bakal di isi dari sekolah lain. Sehingga proses kegiatan belajar mengajar (KBM) tidak akan terganggu. Guru harus menegakkan nurani sebagai abdi masyarakat, tugas utama guru adalah mendidik generasi bangsa.

“Kita sadari bersama bahwa dunia pendidikan adalah tiang utama dalam pembangunan sumber daya manusia, yang kita harapkan pada masa yang akan datang dapat melahirkan generasi penerus unggul dan berkualitas. Terkait dengan hal tersebut maka pejabat yang pada hari ini dilantik, memiliki tanggung jawab moral dan struktural sebagai garda terdepan demi terwujudnya cita-cita bangsa dan negara khususnya generasi muda Sultra yang kita cintai ini,” tutur Pembina Kerukunan Keluarga Baubau Buton (KKBB) Provinsi Sultra ini.

Mantan Kepala Pusat Studi Eropa UHO ini juga menegaskan bahwa tanggungjawab selaku pimpinan untuk meningkatkan profesionalitas guru di lingkungan kerja masing-masing wajib dilaksanakan. Hal ini merupakan suatu keprihatinan yang mendalam, apabila seorang Pegawai Negeri Sipil yang berprofesi sebagai guru, yang merupakan profesi terhormat melakukan pelanggaran disiplin pegawai, melanggar norma masyarakat, atau bahkan pelanggaran hukum.

Seorang guru, masih Mantan Kepala Sekretariat Rektor UHO ini, harus mampu menjalankan profesinya dengan baik, penuh dengan dedikasi dan tanggungjawab, mengingat profesi guru sangat dihargai oleh pemerintah dan masyarakat. Untuk itu, diharapkan kepada kepala sekolah agar memperhatikan sungguh-sungguh kinerja para guru di lingkungan sekolah masing-masing, serta ketaatanya terhadap ketentuan yang mengatur kepegawaian, termasuk ketaatan dalam melaksanakan jam kerja atau jam mengajar maupun pengelolaan dokumen – dokumen yang terkait proses pengajaran.

“Selamat bekerja dan menjalankan tugas kepada yang pada hari ini di lantik. Semoga amanah yang mulia diemban pada hari ini, membawa berkah dan hikmah bagi saudara-saudari serta memberi manfaat bagi masyarakat. Kiranya Allah SWT tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan perlindungan dan rahmatNYA kepada kita semua dalam menjalankan tugas sehari-hari, aamiin yaa rabbal alamin,” tutup pencetus Proper Perau Gadik di Bumi Anoa ini.(rls/ags)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *