HEADLINE NEWS

127 Titik Salat Id di Buton, Warga yang Baru Datang Dari Luar Daerah Wajib Rapid Test Antigen

KENDARINEWS.COM — Untuk memantapkan persiapan salat Ied 1442 Hijriyah, Bupati Buton, La Bakry mengumpulkan semua jajarannya dan pihak terkait dalam sebuah rapat koordinasi, Kamis (6/5). Pihak Polres Buton, Kejari, Kodim, Kemenag dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait berikut para camat, hadir. Bupati Buton mengatakan, merujuk dari edaran Mendagri, Menag dan Gubernur Sultra, pelaksanaan salat Idul Fitri tahun ini diperbolehkan dilaksanakan secara berjamaah baik di lapangan maupun di masjid. Khusus di mesjid, catatan khususnya kapasitas jamaah hanya 50 persen. “Semua titik yang dipersiapkan itu sebaiknya ada alternatifnya, antisipasi saat hujan. Contoh di Pasarwajo, selain di lapangan Banabungi, itu disiapkan juga di gedung Wakaaka dan di Masjid Raya,” usul La Bakry dalam rapat.

Pelaksanan ibadah yang akan melibatkan ratusan jamaah itu kata dia tetap harus dibarengi dengan penerapan Prokes yang ketat. Di setiap lapangan harus ada petugas gabungan yang berjaga di antaranya TNI/Polri, aparat Satpol PP termasuk tenaga medis dan ambulans, lengkap dengan alat pengukur suhu tubuh serta sarana pencuci tangan atau hand sanitizer. “Selain itu, antisipasi masker bila ada warga yang lupa membawa,” sambungnya.

Kepada para camat, Buton-1 itu menginstruksikan untuk membentuk tim gabungan termasuk aparat TNI/Polri hingga tingkat RT guna mengawasi warga yang datang dari luar daerah. Warga yang baru datang harus mengantongi hasil rapid antigen. Jika tidak maka harus segera dilakukan test kepada warga yang bersangkutan. “Itu ramai diberita ada varian virus baru, beberapa negara sudah kewalahan karena banyaknya korban berjatuhan,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buton, H. Mansur, mengatakan selain pelaksanaan salat Ied di lapangan, pihaknya sudah menyiapkan khotbah seragam yang akan dibawakan setiap khatib. Sementara itu, untuk pelaksanaan salat Ied berjamaah di lapangan dan masjid-masjid juga sudah didata. Total ada, ada 127 titik lokasi yang tersebar pada 7 kecamatan. “Khusus ibu kota Pasarwajo ada 22 titik, 19 titik di masjid dan tiga tempat di Lapangan Banabungi, Kondowa dan Winning,” lanjutnya.

Di tempat yang sama, Kapolres Buton, AKBP Gunarko, menegaskan, dalam masa pandemi Covid-19, hendaknya semua pihak jangan lengah. Agar tetap mematuhi arahan pemerintah untuk pelaksanaan PPKM Mikro. “Tolong kiranya agar pelaksanaan salat tidak dipusatkan pada satu titik konsentrasi, akan tetapi dipecah pada masing-masing desa atau kelurahan agar standar penanggulangan Covid-19 tetap dilaksanakan,” ungkap Gunarko. Pihaknya juga sudah membentuk lima titik pos pengamanan untuk menjaga Kamtibnas jelang dan pasca lebaran. (b/lyn)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top