Hukum & Kriminal

1.624 Napi di SultraTerima Remisi, Didominasi Kasus Narkotika

Silvester Sili Laba


KENDARINEWS.COM– Sebanyak 1.624 warga binaan Pemasyarakatan di Sultra menerima kado istimewa di peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) kemerdekaan RI. Tepat momentum tanggal 17 Agustus, mereka mendapatkan remisi atau pemotongan masa hukuman. Tidak hanya bagi Narapidana (Napi) yang menjalani penahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) namun juga di Rumah Tahanan (Rutan).

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sultra, Silvester Sili Laba mengatakan remisi diberikan kepada seluruh narapidana yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif. Diantaranya, telan menjalani hukuman pidana minimal 6 bulan, tidak terdaftar pada Register F dan aktif mengikuti program pembinaan di Lapas, Rutan maupun LPKA.

Pemberikan resmi kata dia, diatur dalam UU nomor 12 tahun 1995 tentang Pemasyarakatan. Selain itu, PP nomor 32 tahun 1999 tentang syarat dan tata cara pelaksanaan hak WBP, perubahan pertama peraturan pemerintah nomor 28 tahun 2006, perubahan kedua PP nomor 99 tahun 2012. Acuannya resmi juga tertuang dalam Keputusan Presiden nomor 174 tahun 1999, serta peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI nomor 3 tahun 2018 tentang pemberian remisi kepada WBP.

“Remisi merupakan wujud apresiasi terhadap pencapaian perbaikan diri yang tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari narapidana. Jika mereka tidak berperilaku baik, maka hak Remisi tidak akan diberikan. Dalam pemberian remisi kali ini ada 58 orang yang dinyatakan bebas,” ungkapnya, kemarin.

Mengutip pesan Menteri Hukum dan HAM, Kakanwil menegaskan pemberian remisi bukan serta-merta kemudahan bagi WBP untuk cepat bebas. Tetapi instrumen untuk meningkatkan kualitas pembinaan dan motivasi diri dalam proses reintegrasi sosial. Di sisi lain, bagian dari internalisasi dan implementasi nilai-nilai pembinaan yang diperoleh sebagai modal untuk kembali ke masyarakat.

“Tunjukkan sikap dan perilaku yang lebih baik lagi. Jadilah insan yang baik, hiduplah dalam tata nilai kemasyarakatan yang baik, taat aturan, berpartisipasi aktif dalam pembangunan untuk melanjutkan perjuangan hidup, kehidupan, dan penghidupan sebagai warga negara, anak bangsa, dan anggota masyarakat,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Kendari, Abdul Samad Dama mengungkapkan pemberian remisi merupakan agenda rutin setiap tahun yang diselenggarakan oleh Kementerian Hukum dan HAM RI. Yang merupakan pengurangan masa pidana bagi Narapidana. Pemberian remisi umum tersebut yang diberikan, antara 1 sampai 6 bulan potongan masa pidana yang telah memenuhi persyaratan.

“Untuk Lapas Kelas IIA Kendari, ada 385 WBP yang menerima remisi. Didominasi tindak pidana narkotika, diikuti kasus tindak pidana umum dan satu orang kasus tindak pidana korupsi. Semuanya kategori RU-I atau tidak ada yang langsung bebas,” tutupnya. (b/ndi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top